Literasi Kemampuan Penting Pahami Informasi

  • 31 Agt 2026 09:58 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Literasi menjadi kemampuan penting dalam memahami informasi, berpikir kritis, menyaring berbagai informasi, serta menggunakannya secara bijak sehari-hari. Kampus sebagai pusat pendidikan memiliki peran strategis membangun budaya literasi yang kuat bagi generasi muda saat ini.

Gerakan literasi tidak hanya berlangsung dalam ruang kuliah, tetapi juga berkembang melalui keterlibatan dosen langsung di masyarakat. Upaya tersebut dilakukan untuk mengajak generasi muda menjadikan membaca dan belajar sebagai bagian kehidupan sehari-hari mereka.

Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Negara STISIP Fajar Timur Atambua, Yosep Franky Letobere,SH,MH saat dikonfirmasi RRI Atambua, Minggu, 30 Agustus 2026 mengatakan aktif mengembangkan berbagai program literasi. Selain menjalankan tugas akademik, dirinya juga berkontribusi sebagai pegiat literasi melalui berbagai kegiatan pendidikan masyarakat.

"Sebagai seorang dosen tentu saja itu merupakan sebuah kewajibannya membaca, menulis, dan melaksanakan berbagai kegiatan akademik," katanya. Dosen memiliki tanggung jawab menyebarluaskan pengetahuan kepada masyarakat melalui pendidikan, penelitian, serta pengabdian berkelanjutan.

Di bidang pendidikan, ia mendorong mahasiswanya memiliki minimal dua buku wajib pada setiap mata kuliah. Mahasiswa juga diberikan tugas membuat resume buku perpustakaan untuk dipresentasikan dalam kegiatan pembelajaran akademik.

"Kita juga membuat dan menghidupkan grup diskusi melalui media WhatsApp," ujarnya. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kebiasaan berdiskusi, bertukar gagasan, dan meningkatkan kemampuan literasi mahasiswa aktif.

Pada bidang penelitian, ia mengatakan secara rutin menghasilkan karya ilmiah yang dipublikasikan melalui berbagai jurnal nasional. Ia juga menulis buku yang telah diterbitkan sebagai kontribusi nyata pengembangan literasi akademik.

"Budaya literasi ini menjadi persoalan tersendiri karena sekarang semua informasi lebih cenderung didapat dari HP," ucapnya. Meski demikian, kampus tetap mendorong mahasiswa membaca buku sesuai mata kuliah guna memperkuat pemahaman dan kemampuan berpikir kritis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....