YHS Integrasikan Air Bersih EBT dan Penghijauan

  • 15 Agt 2026 11:44 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID,Atambua - Visi utama Yayasan Harapan Sumba (YHS) adalah terwujudnya keberdayaan masyarakat kecil dan kaum marginal. Demikian disampaikan direktur Stefanus Segu, ST kepada rri.co.id,Selasa 11 Agustus 2026.

"Kami menaruh perhatian besar pada tantangan geografis Sumba yang kerap dilanda kekeringan ekstrem. Bahwa ketiadaan akses air bersih akibat kekeringan bukan sekadar masalah kenyamanan, melainkan akar dari masalah kesehatan seperti diare dan stunting serta hambatan besar bagi ekonomi warga," katanya.

Lanjutnya bidang kesehatan, usaha ekonomi, dan lingkungan yang indah dapat diwujudkan ketika ada air. Waktu yang terbuang untuk mengambil air dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif.

Untuk memitigasi dampak kekeringan dan menjaga kelestarian ekologi di Pulau Sumba,YHS menjalankan pilar lingkungan melalui aksi-aksi nyata berikut:

-Penyediaan air bersih dan sanitasi: Membangun infrastruktur pemanenan air dan akses sanitasi layak di desa terpencil untuk mengurangi kerentanan masyarakat saat musim kemarau.

-Pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT): Bermitra dengan lembaga seperti Yayasan Rumah Energi (YRE) untuk membangun instalasi biogas rumah tangga dan mengoptimalkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal.

-Perlindungan lahan kritis: Mengembangkan penanaman rumput vetiver untuk menahan erosi tanah, menjaga kandungan air tanah, dan merehabilitasi lahan yang gundul akibat kekeringan berkepanjangan

-Pengelolaan limbah ternak:Mengolah kotoran ternak menjadi pupuk organik guna mengembalikan kesuburan tanah Sumba tanpa ketergantungan pada pupuk kimia

-Edukasi dan advokasi hijau: Mengajak komunitas lokal mengubah perilaku melalui kampanye pengurangan plastik sekali pakai dan adaptasi praktik pertanian berkelanjutan.

Ia berharap,adanya transfer pengetahuan yang konsisten dan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, akademisi, LSM, serta aparat desa. "Tujuannya agar masyarakat Sumba khususnya kelompok rentan seperti penyandang disabilitas memiliki kesadaran kritis, mandiri, dan mampu mengambil keputusan demi menciptakan lingkungan yang asri, hijau, dan sehat," ujar Stefanus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....