NTT Siaga Fenomena El Nino Godzzila
- 08 Apr 2026 21:06 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID,Atambua: Berdasarkan prakiraan terbaru dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika(BMKG) Nusa Tenggara Timur(NTT) saat ini sedang bersiap menghadapi prediksi ancaman fenomena cuaca ekstrem Godzilla yang diprediksi mulai berdampak pada April 2026.
Helny Yofin Mega Milla prakirawan cuaca Stasiun Meteorologi (Stamet) Eltari Kupang-NTT kepada rri.co.id, Selasa 7 April 2026 mengatakan,wilayah NTT harus bersiap menghadapi dampak serius dari fenomena ini.
‘’Kami tidak menakuti dengan fenomena ini, namun perlu tingkatkan kewaspadaan terhadap dampak dan risiko yang akan terjadi seperti kekeringan panjang dan krisis air bersih bagi masyarakat NTT,’’ katanya mengingatkan.
Istilah ini merujuk pada El Nino dengan intensitas sangat kuat yang dapat memicu kemarau ekstrem. Fenomena ini merujuk pada El Nino dengan intensitas sangat kuat yang dipicu oleh pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik secara ekstrem.
Menurut Helny, ada beberapa poin-poin penting terkait situasi tersebut yang perlu diwaspadai oleh masyarakat seperti:
-Fenomena ini diprediksi akan memperpanjang durasi musim kemarau di NTT, yang biasanya sudah memiliki karakteristik kering dibandingkan wilayah lain di Indonesia.
-Berkurangnya curah hujan secara drastis dapat menyebabkan kekeringan parah, krisis air bersih, dan kegagalan panen pada sektor pertanian.
-Berdampak pada kesehatan,sehingga masyarakat perlu mewaspadai suhu panas ekstrem yang dapat berdampak pada kesehatan fisik.
-Kondisi yang sangat kering meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara signifikan.
Ia juga mengingatkan,meskipun menuju kemarau ekstrem, pada masa peralihan ini masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi hujan lebat tiba-tiba yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
Selain itu kata Helny,Pemerintah Provinsi NTT telah menginstruksikan warga untuk melakukan mitigasi dan menghemat air.
‘’Gubernur NTT telah menginstruksikan bagi warga berbasis kepuluan ini,untuk mulai menghemat dan menyiapkan cadangan air guna menghadapi kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026,’’ ucap Helny.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....