Tiga Tantangan Masih Membayangi Gerakan Literasi di Malaka
- 26 Jul 2026 19:50 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua – Gerakan literasi di Kabupaten Malaka masih menghadapi berbagai tantangan. Keterbatasan buku bacaan, relawan, dan pendanaan menjadi pekerjaan rumah bersama agar berbagai program dapat terus berkembang.
"Tantangan kami masih pada ketersediaan buku, relawan, dan pendanaan," ucap Putra Niron dari Komunitas Aksi Membangun Literasi (AMI) Malaka, beberapa waktu lalu. Menurutnya, keterbatasan tersebut masih memengaruhi pelaksanaan berbagai kegiatan literasi.
Keterbatasan buku bacaan menjadi perhatian utama karena belum semua wilayah memiliki akses yang memadai. Selain itu, jumlah relawan aktif juga belum mampu menjangkau kebutuhan kegiatan literasi di berbagai daerah.
"Banyak teman yang ingin terlibat, tetapi memiliki kesibukan masing-masing," kata Putra. Oleh karena itu, penambahan relawan dinilai penting agar kegiatan literasi dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Selain relawan, keterbatasan pendanaan juga menjadi tantangan dalam menjalankan berbagai program. Beragam kebutuhan operasional masih dipenuhi melalui semangat gotong royong dan dukungan swadaya para pegiat literasi.
"Kami berharap semakin banyak pihak yang ikut mendukung gerakan literasi di Malaka," katanya. Harapan tersebut, menurut Putra, menjadi dorongan untuk memperkuat kolaborasi serta memperluas manfaat kegiatan literasi bagi masyarakat.
Putra optimistis berbagai tantangan tersebut dapat diatasi melalui sinergi lintas komunitas dan dukungan masyarakat. Semangat berbagi diyakini menjadi kekuatan utama dalam membangun budaya membaca yang berkelanjutan di Kabupaten Malaka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....