Pemberdayaan, Gerakan Atasi Stigma Terhadap Perempuan
- 22 Apr 2026 09:34 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Pelopor pemberdayaan perempuan Martha Kewuan asal Desa Noelbaki Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dikenal melalui perjuangannya melawan keterbatasan ekonomi dan stigma diskriminasi sosial di wilayahnya.
Ia merupakan pendiri Jaringan Perempuan untuk usaha kreatif (Jarpuk) Ina Foah, sebuah wadah yang membantu perempuan keluar dari ketergantungan ekonomi dan diskriminasi domestik.
Martha memulai gerakannya dari kegelisahan melihat rendahnya taraf hidup dan pendidikan di lingkungannya.
"Gerakan dimulai dari langkah sederhana namun bisa berdampak luas, yang kemudian berkembang menjadi organisasi formal untuk mendukung kesejahteraan masyarakat," tuturnya kepada rri.co.id, Senin 20 April 2026.
Dikatakannya,langkah-langkah nyata dilakukan melalui pemberdayaan ekonomi bagi perempuan"Mendirikan juga kelompok simpan pinjam Theresia Calcuta untuk membantu modal usaha anggota juga menginisiasi Kelompok Wanita Tani (KWT) Damai untuk mengolah lahan tidur menjadi sumber pangan produktif," kata Martha.
Menurut Martha,langkah ini sejalan dengan visi perempuan berdaya untuk meningkatkan kesetaraan gender dan mengurangi kerawanan sosial ekonomi perempuan di NTT"Memotivasi perempuan agar tidak hanya bergantung pada penghasilan suami, guna mengurangi posisi tawar yang rendah di rumah tangga,"ujarnya.
Semua gerakan dimulai dengan mengajar anak-anak membaca dan menulis (literasi dasar) yang mengalami transformasi alami menjadi pemberdayaan komunitas yang lebih luas.
"Memulai gerakan dengan mengajar anak-anak membaca dan menulis sebelum akhirnya merambah ke pemberdayaan ibu-ibu mereka",ucap Martha.
Tegasnya,dengan memperluas jaringan hingga terbentuk puluhan kelompok wanita tani di Kabupaten Kupang saat ini,agar mampu untuk pemerataan ekonomi masyarakat.
"Kami berharap jaringan yang dibentuk ini terus berlanjut dan mampu membuat masyarakat lebih mandiri dan sejahtera melalui kerjasama kelompok yang kuat juga menghilangkan stigma dan diskriminasi sosial bagi masyarakat NTT",tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....