Curah Hujan Rendah,Warga Tani Hofehan Belum Mengolah Lahan
- 31 Jan 2026 08:25 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Minim curah hujan, membuat sebagian warga tanah sawah di Dusun Hofehan, Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu belum mulai pengelolaan lahan pertanian.
Pasalnya curah hujan yang rendah ini menyebabkan aktivitas tanam padi sawah tertunda sembari menunggu intensitas hujan yang cukup untuk menjamin ketersediaan air di lahan sawah.
| Baca juga: NTT Siaga Fenomena El Nino Godzzila |
Menurut salah seorang petani setempat Blasius, rendanya curah hujan menjadi kendala utama karena sumber sawah miliknya bergantung pada tadah hujan. Ia mengawatirkan pengelolaan lahan terlalu dini tanaman akan tumbuh kurang optimal karena kekurangan air.
,"Ini tahun cukup sulit bagi petani sawah dalam mengelola lahan pertanian, curah hujan tidak menentu, kita belum berani ambil resiko untuk memulai pengelolaan lahan pertanian padi sawah," ucap Blasius kepada rri.co.id Sabtu 31 Januari 2026.
Lanjut Blasius menjelaskan, untuk saat ini lebih memilih menyesuaikan waktu tanam dengan kondisi iklim guna menghindari risiko gagal panen serta kerugian yang lebih besar.
,"Kondisi hujan seperti sekarang kita belum berani, takutnya sesudah tanam, padi mati mengering karena air tidak ada," kata Blasius menerangkannya.
Dengan belum dimulainya pengolahan lahan, Ia berharap hujan segera turun secara merata dalam waktu dekat sehingga aktivitas pertanian dapat kembali berjalan normal dan target produksi padi tetap dapat tercapai. (KM)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....