Budaya Literasi Alor Rendah, Perlu Penguatan Serius

  • 27 Jan 2026 07:44 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor-Budaya literasi masyarakat di Alor-NTT masih rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional. Hal disampaikan Bunda Yusfira Abdurahman, S.Pd., C.GMC, Selasa 27 Januari 2026.

"Data yang ada, rata-rata aktivitas membaca masyarakat Alor berada pada angka 51,29. Namun indeks literasi Kabupaten Alor justru tercatat di angka 29,41," ujarnya saat hadir di studio produksi (Sp) Alor.

Menurut Aktivis Perempuan Alor sekaligus anggota komunitas Dream News Alor itu, Kondisi ini menunjukkan adanya ketimpangan antara minat baca yang terlihat dengan kemampuan literasi yang sesungguhnya dimiliki masyarakat.

“Data ini berbanding terbalik. Minat membaca terlihat ada, tetapi belum diiringi dengan kemampuan memahami, mengolah, dan memanfaatkan informasi secara optimal,” ucapnya.

Menurut Bunda Yusfira, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, memahami informasi.

"Oleh karena itu, literasi menjadi fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Alor ini," ujarnya.

Ia menegaskan, rendahnya tingkat literasi akan berdampak langsung pada kualitas pendidikan, produktivitas ekonomi, serta partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah. 

Tanpa literasi yang kuat, masyarakat akan kesulitan beradaptasi dengan perkembangan zaman dan tantangan global. Namun sebaliknya jika kaya literasi.

“Ingin SDM Alor maju dan berdaya saing, penguatan literasi harus menjadi perhatian bersama. Mulai dari keluarga, sekolah, hingga peran aktif pemerintah dan komunitas,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....