Lapas Atambua Gandeng Polres Belu Periksa Senjata Api

  • 13 Jan 2026 14:21 WIB
  •  Atambua

KBRN, Atambua: Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua kembali melaksanakan pemeriksaan rutin terhadap senjata api organik, non-organik, serta amunisi. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi penguatan deteksi dini dan kesiapsiagaan pengamanan di lingkungan Lapas, Selasa (13/1/26).

Kegiatan yang berlangsung di ruang Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP) ini dilaksanakan melalui sinergi bersama jajaran Satuan Intelkam Polres Belu. Hadir dalam kegiatan tersebut Ka. KPLP Lapas Atambua, Adi Maxim Li, dan Kepala Seksi Administrasi Keamanan & Tata Tertib (Adm. Kamtib), Jeremias Gusmao. Sementara dari pihak kepolisian, audit dipimpin oleh Kanit IV Kamneg Sat Intelkam Polres Belu, Lucky Christanto, bersama tim.

Kepala Seksi Adm. Kamtib, Jeremias Gusmao, menyatakan bahwa pengecekan ini bertujuan untuk memastikan seluruh sarana pertahanan di gudang senjata Lapas dalam kondisi aman, terdaftar, dan layak pakai. "Kolaborasi erat dengan Polres Belu ini rutin kami lakukan untuk memverifikasi kelengkapan administrasi, kondisi fisik senjata, hingga kesesuaian jumlah amunisi. Kami pastikan semuanya dikelola sesuai ketentuan yang berlaku guna mendukung tugas pengamanan," ujar Jeremias.

Dalam pemeriksaan tersebut, tim gabungan melakukan audit fisik secara mendetail. Kanit IV Sat Intelkam Polres Belu, Lucky Christanto, melaporkan bahwa seluruh buku kepemilikan senjata api (senpi) berstatus aktif dan tidak ditemukan indikasi penyalahgunaan.

“Berdasarkan hasil audit fisik, seluruh sarana keamanan tercatat dalam kondisi prima dan siap digunakan sewaktu-waktu. Inventaris tersebut meliputi senjata laras panjang jenis Shotgun 12 GA dengan dukungan 350 butir amunisi, serta senjata laras pendek yang terdiri dari jenis P3 dengan 285 peluru karet dan 222 peluru tajam, serta Revolver .32 dengan 9 butir amunisi. Selain itu, diperiksa pula kesiapan senjata non-lethal berupa 7 unit Pepper Spray dan JPX Pepper dengan 69 amunisi, serta 3 unit pelontar gas air mata Byrna HD yang dilengkapi 30 tabung gas dan 330 amunisi, " tegas Lucky.

Sebagai tindak lanjut untuk meningkatkan standar keamanan, pihak Polres Belu memberikan rekomendasi teknis agar sarana penyimpanan senjata yang saat ini menggunakan lemari kayu segera diganti dengan lemari besi (brankas khusus senpi).

Kegiatan ini diharapkan dapat menjamin tertib administrasi serta meningkatkan kewaspadaan personel dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Lapas Atambua serta memberikan rasa aman baik bagi petugas, warga binaan, maupun masyarakat sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....