Kemenag Alor Ajak Umat Maksimalkan Ibadah Ramadan
- 22 Feb 2026 22:30 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor - Bulan Ramadan dinilai sebagai momentum penting untuk membangun kepedulian sosial sekaligus memperkuat keharmonisan keluarga. Melalui ibadah puasa, umat Islam tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga dilatih untuk merasakan langsung kesulitan hidup yang dialami masyarakat kurang mampu.
Analis Kebijakan Bimas Islam Kemenag Alor, Ustadz Muhammad Arifuddin, menjelaskan bahwa puasa memiliki tujuan mulia dalam membentuk empati sosial. Ia mencontohkan bagaimana orang tua dapat melibatkan anak-anak dalam kegiatan berbagi sebagai bentuk pendidikan karakter di rumah.
| Baca juga: Ramadhan Perkuat Harmoni di Alor |
“Suruh anak membeli beras, membeli ikan, lalu mengantarkannya. Kenapa? Karena salah satu tujuan puasa adalah melatih kita merasakan kesulitan orang lain. Dengan berpuasa dan menahan lapar, kita akan tahu betapa sulitnya kehidupan mereka yang berada di bawah garis kemiskinan,” ujarnya. Sabtu, 21 Februari 2026.
Ia menambahkan, melalui pengalaman menahan lapar sejak pagi hingga sore, umat Islam diingatkan bahwa masih banyak orang yang harus bekerja keras hanya untuk mendapatkan makan sehari. “Mungkin ada yang kadang tidak makan, baru bisa makan setelah bekerja keras mencari uang untuk membeli beras. Dengan momen puasa ini, kita dilatih merasakan betapa sulitnya kehidupan orang-orang fakir miskin,” tambahnya.
Selain menumbuhkan kepedulian sosial, Ramadan juga menghadirkan kekuatan spiritual yang luar biasa. Meski tubuh dalam keadaan lapar, umat Islam tetap mampu melaksanakan salat Magrib, Isya, tarawih, hingga witir, bahkan melanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an. Hal ini menunjukkan adanya dorongan keimanan yang menguat selama bulan suci.
Menurutnya, dampak Ramadan tidak hanya bersifat individual, tetapi juga sosial. Kepedulian terhadap tetangga dan lingkungan sekitar meningkat. Namun, ia mengakui suasana religius tersebut sering kali berkurang setelah Ramadan berakhir, ditandai dengan menurunnya jumlah jamaah di masjid maupun aktivitas mengaji.
Ia berharap umat Islam dapat menjaga kesucian Ramadan dan memanfaatkannya sebagai kesempatan meraih keberkahan. Ia mengibaratkan Ramadan sebagai bonus dari Allah SWT, di mana setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya, termasuk kesempatan meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....