Lapas Atambua Rujuk Warga Binaan ke RSUD akibat Nyeri Perut

  • 22 Sep 2026 05:29 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Bergerak cepat di tengah malam, jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua memindahkan seorang warga binaan, Cimplicio Mendonca, ke RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua. Langkah darurat ini diambil setelah narapidana tersebut mendadak menderita nyeri perut hebat pada Minggu 20 September 2026 sekitar pukul 01.34 WITA.

Dengan pengawalan ketat dua petugas piket, Rudiyanto Gela dan Apriano, pasien dilarikan mengarungi malam menggunakan ambulans dinas demi memastikan penanganan medis tepat waktu.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP) Atambua, Henok Mabilehi, menjelaskan bahwa tindakan cepat ini merupakan bagian dari kewajiban moral dalam perlindungan hak kesehatan warga binaan.

“Kami langsung mengambil langkah penanganan darurat tanpa menunda waktu. Karena status narapidana sepenuhnya menjadi tanggung jawab Lapas, kami tidak ragu mengambil tindakan rujukan ini. Pengawasan dan pengawalan melekat oleh petugas terus berjalan ketat di RSUD hingga pagi tadi narapidana menjalani pemeriksaan USG," kata Henok.

Sementara itu, Kepala Sub Seksi Perawatan Lapas Atambua, Yosef Siga menerangkan bahwa hingga saat ini pasien masih dalam penanganan medis intensif. "Berdasarkan diagnosa awal dari tim medis, pasien mengalami Colic Abdomen ec Cholelithiasis (kolik abdomen akibat batu empedu). Sampai hari ini, 21 September 2026, pasien masih menjalani observasi mendalam. Pada pukul 10.00 WITA tadi telah dilakukan pemeriksaan Ultrasonografi (USG), dan saat ini kami masih terus berkoordinasi serta menunggu hasil penanganan lebih lanjut dari dokter spesialis," ujar Yosef.

Langkah cepat Lapas Atambua menuai apresiasi mendalam dari pihak keluarga. Maria Mendonca, saudari perempuan narapidana, mengaku sangat lega atas respons siaga petugas.

"Pelayanan Lapas Atambua sangat memuaskan. Petugas tidak menunda waktu dan langsung merespons cepat saat adik saya mengeluh sakit perut hebat. Kalau sampai terlambat, kami sangat mengkhawatirkan kondisinya. Kami sangat berterima kasih atas kepedulian dan penanganan ini," ucap Maria.

Penanganan darurat ini menjadi bukti nyata komitmen Lapas Kelas IIB Atambua dalam menerapkan prinsip pemasyarakatan yang humanis dan responsif. Lapas Atambua terus berupaya menghadirkan pelayanan publik yang bersih, terpercaya, serta mengutamakan pemenuhan hak seluruh warga binaan tanpa diskriminasi.

"Pelayanan dari Lapas sangat baik dan memuaskan. Saat adik saya mengeluh sakit, pihak Lapas langsung mengambil tindakan cepat membawa ke rumah sakit. Jika dibiarkan lebih lama, kami sangat kasihan dengan kondisinya. Terima kasih atas kepeduliannya," kata Maria.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....