Lapas Atambua Skrining Kesehatan 11 Tahanan Baru

  • 01 Sep 2026 19:04 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Sebagai bentuk pelayanan optimal terhadap hak kesehatan warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua bersinergi dengan Puskesmas Atambua Selatan dalam melaksanakan agenda rutin skrining kesehatan. Pada Selasa 1 September 2026, bertempat di klinik lapas.

Penapisan penyakit menular dan tidak menular tersebut secara khusus menyasar 11 orang tahanan baru. Pemeriksaan penyakit menular meliputi deteksi dini Tuberkulosis (TB) melalui pemantauan gejala dan dahak, serta tes cepat VCT untuk HIV. Sementara itu, untuk kategori penyakit tidak menular, petugas medis memeriksa tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, hingga asam urat.

Skrining awal ini sangat krusial sebagai benteng pertahanan pertama dalam menjaga sanitasi dan kesehatan lingkungan Lapas. Selain memastikan hak dasar warga binaan atas pelayanan medis terpenuhi, langkah preventif ini efektif memutus rantai penularan penyakit menular serta mendeteksi dini risiko penyakit tidak menular agar penanganan medis bisa langsung diberikan secara cepat dan tepat.

Menanggapi temuan medis tersebut, dr. Egi Fernandes selaku pimpinan tim kesehatan menjelaskan kondisi para tahanan secara umum tergolong prima.

"Hasilnya sangat memuaskan karena tidak ditemukan potensi penularan TB maupun HIV pada tahanan baru. Sementara untuk satu tahanan yang mengalami darah tinggi, kami langsung berikan penanganan awal dan obat peroral agar tekanan darahnya kembali normal," kata dr. Egi.

Petugas kesehatan Lapas Atambua, Yacoba Lobang, menegaskan bahwa penanganan medis tidak berhenti di skrining awal saja. "Hasil penapisan menunjukkan nihil penyakit menular, sehingga tidak diperlukan tindakan isolasi. Namun, pengawasan kesehatan konsisten terus kami jalankan. Tim medis akan mengontrol kondisi fisik dan tensi para tahanan baru ini secara berkala setiap pekannya guna mengevaluasi perkembangan kesehatan mereka, khususnya memastikan efektivitas pengobatan bagi tahanan yang mengidap hipertensi," kata Yacoba.

Rasa tenang dan apresiasi diungkapkan oleh Lena Mutik selaku perwakilan tahanan baru yang mengikuti proses penerimaan tersebut. "Adanya skrining ini sungguh membantu kami. Selain jadi paham kondisi tubuh sendiri, kami juga lega melihat teman yang kurang sehat bisa langsung mendapatkan penanganan medis dari tim dokter," ujar Lena.

Melalui sinergi dan langkah preventif ini, Lapas Atambua terus berkomitmen menciptakan lingkungan hunian yang bersih, sehat, dan kondusif. Pemantauan kesehatan secara berkala dipastikan akan terus berjalan guna menjamin seluruh warga binaan mendapatkan hak pelayanan medis secara optimal selama masa pembinaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....