Data Puskesmas Oemeu Sukseskan Program Cek Kesehatan Gratis

  • 17 Sep 2026 07:47 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Puskesmas Oemeu mencatat capaian program Cek Kesehatan Gratis(CKG)sebesar 60,2 persen.Angka ini merupakan yang tertinggi dibandingkan 26 puskesmas lainnya di Kabupaten TTU. Keberhasilan ini tergolong istimewa karena rata-rata wilayah TTU lainnya masih berjuang meningkatkan target tersebut.

Menurut Kepala Puskesmas Oemeu Edyyanto Yoseph Bota,S.Kep,Ns kunci sukses utamanya adalah kombinasi pengumpulan data primer dan sekunder secara terpadu:

-Data Primer: Diperoleh lewat integrasi lintas program, seperti pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA), posyandu, imunisasi, pelacakan ibu hamil berisiko tinggi, serta skrining penyakit menular seperti HIV dan TBC.

-Data Sekunder: Dihimpun langsung dari pasien yang berkunjung dan berobat di fasilitas kesehatan tingkat dasar seperti Pustu (Puskesmas Pembantu), Polindes, dan Puskesmas induk.

‘’Strategi ini menyatukan kombinasi pelacakan aktif data primer dan pencatatan kunjungan data sekunder sangat efektif untuk mengoptimalkan input data target ke dalam aplikasi ASIK(Aplikasi Sehat Indonesiaku),’’ujarnya pada perbincangan rri.co.id,Selasa 15 September 2026.

Dalam pelaksanaannya,kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan petugas untuk menginput data ke aplikasi.Sebagai solusinya,Puskesmas Oemeu membentuk tim kerja khusus agar proses pengolahan data hasil CKG berjalan lebih cepat dan efisien.

‘’Tantangan terbesar ada pada keterbatasan jumlah petugas untuk menginput tumpukan data yang telah dikumpulkan ke dalam sistem aplikasi digital bernama ASIK (Aplikasi Sehat Indonesiaku).Puskesmas Oemeu langsung membentuk tim kerja khusus.Pembagian tugas ke dalam tim khusus ini berhasil mempercepat proses input dan pengolahan data agar tidak terjadi penumpukan,’’ungkapnya.

Prestasi ini sangat penting karena Kabupaten TTU sempat dievaluasi akibat capaian CKG totalnya yang tergolong rendah di tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)’’ Harapan utama agar puskesmas-puskesmas lain dapat menduplikasi strategi integrasi data primer dan sekunder secara terpadu demi mendongkrak performa layanan kesehatan masyarakat di tingkat kabupaten,’’tutur Edyyanto.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....