Lapas Atambua Perkuat Layanan Kesehatan lewat Skrining HIV dan TBC

  • 22 Jul 2026 09:33 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua –Dalam upaya memastikan terciptanya lingkungan hunian yang sehat, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Atambua menjalin kerja sama strategis dengan Puskesmas Atambua Selatan untuk menyelenggarakan kegiatan skrining massal HIV dan Tuberculin Skin Tes Tuberkulosis (TST TBC) , Selasa 21 Juli 2026.

Kegiatan yang diperuntukkan bagi Warga Binaan ini diselenggarakan secara gratis, sekaligus menjadi wujud komitmen Lapas Atambua dalam mendukung program strategis Presiden terkait pemerataan akses pelayanan kesehatan masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WITA di Aula Lapas Atambua ini dipimpin langsung oleh Pengolah Layanan HIV, Aploina Berek, bersama tim medis, serta didampingi oleh Staf Perawatan Lapas Atambua, Yacoba Lobang. Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 33 WBP yang mengikuti skrining HIV seluruhnya dinyatakan Non-Reaktif. Sementara itu, 16 WBP lainnya menjalani penyuntikan TST TB, yang hasilnya akan dipantau dan dibaca kembali oleh tim medis dalam rentang waktu 48–72 jam ke depan.

Petugas Kesehatan Lapas Atambua, Yacoba Lobang, menegaskan pentingnya deteksi dini guna menjaga kesehatan lingkungan hunian. "Pemeriksaan kesehatan gratis ini merupakan hak dasar warga binaan sekaligus langkah preventif untuk mencegah penularan penyakit di dalam Lapas. Selain itu, skrining ini bertujuan menumbuhkan kesadaran warga binaan agar secara sukarela merawat kesehatan diri dan memeriksakan status HIV dan TBC mereka," ujar Yacoba.

Senada dengan hal tersebut, dokter dari Puskesmas Atambua Selatan, dr. Maria, menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan dan kerja sama pihak Lapas.

"Sinergi ini sangat krusial untuk mengimplementasi program pencegahan secara terpadu. Kami ingin memastikan seluruh warga binaan mendapatkan akses pelayanan medis yang setara dan berkualitas, sejalan dengan program kesehatan gratis yang dicanangkan pemerintah pusat," kata Maria.

Manfaat kegiatan ini dirasakan langsung oleh para warga binaan. Salah seorang peserta skrining, Yanuarius Seran, mengaku sangat terbantu dan merasa lebih tenang setelah mengikuti pemeriksaan tersebut. "Kami sangat bersyukur dengan adanya pelayanan kesehatan gratis ini. Berbagai fasilitas medis yang disediakan membuat kami bisa terus menjaga kesehatan, lebih peka terhadap kondisi tubuh sendiri, dan saling peduli dengan kesehatan sesama di dalam Lapas. Kami merasa tetap diperhatikan selama menjalani masa pidana di sini," ujar Yanuarius.

Sebagai langkah tindak lanjut, Lapas Atambua bersama tim kesehatan telah menyiapkan prosedur rujukan penanganan medis intensif apabila nantinya ditemukan indikasi reaktif, serta siap melanjutkan koordinasi berkala demi mewujudkan lingkungan Lapas yang sehat dan terbebas dari penyakit menular.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....