Menahan Rindu Terlalu Lama? Hati-hati terhadap Kesehatan Mentalmu!

  • 20 Jul 2026 08:09 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua – Rindu kronis mengancam jiwa. Menahan rasa rindu yang terlalu lama ternyata dapat memicu gangguan kecemasan serta stres emosional yang cukup berat. Kondisi psikologis ini lambat laun akan menurunkan produktivitas harian dan merusak konsentrasi seseorang secara signifikan.

Perasaan rindu yang terabaikan terus-menerus berpotensi mengacaukan siklus tidur alami dan memicu insomnia akut. Akibatnya, tubuh akan kekurangan energi vital untuk beraktivitas secara optimal pada keesokan harinya.

Melansir https://www.halodoc.com yang dirilis pada 19 Juni 2026, adanya dampak fisik yang nyata disebabkan karena hal ini. Tekanan mental akibat rindu tak tersampaikan juga mampu meningkatkan produksi hormon kortisol di dalam tubuh. Lonjakan hormon stres ini memicu gangguan pencernaan kronis hingga melemahkan sistem kekebalan tubuh manusia.

Selain itu, seseorang yang memendam rindu sering kali mengalami sindrom cemas berupa dada berdebar kencang. Detak jantung yang tidak stabil ini tentu mengganggu kenyamanan fisik dan memicu kepanikan berlebih.

Seseorang akan mengalami perubahan perilaku dan solusi secara emosional disebabkan menahan rindu terlalu lama. Hal ini juga dapat mengubah kepribadian seseorang menjadi lebih sensitif dan mudah marah. Perubahan drastis ini berisiko merenggangkan hubungan sosial dengan orang-orang terdekat di sekitarnya.

Para pakar psikologi sangat menyarankan komunikasi virtual secara rutin guna meredakan beban emosional yang menumpuk. Langkah sederhana tersebut terbukti ampuh mengurangi ketegangan saraf akibat jarak yang memisahkan.

Pihak medis menegaskan bahwa mengungkapkan perasaan secara jujur merupakan kunci utama menjaga kesehatan mental tetap stabil. Oleh karena itu, jangan pernah meremehkan dampak buruk dari rindu yang tertahan terlalu lama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....