Eradikasi Frambusia di Puskesmas Umanen
- 05 Mei 2026 16:47 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Eradikasi frambusia merupakan upaya pembasmian berkelanjutan guna menghilangkan penyakit infeksi bakteri secara permanen agar tidak menjadi masalah kesehatan.
"Penyakit frambusia adalah infeksi bakteri kronis menyerang kulit maupun tulang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum pertenue melalui kontak langsung," demikian disampaikan Dokter Puskesmas Umanen, dr. Maria Victoria Seran kepada rri.co.id, Selasa, 05 Mei 2026.
Lanjutnya, penanggulangan ditujukan memutus mata rantai penularan serta menghilangkan angka kesakitan juga kecacatan pada masyarakat yang tinggal di wilayah tropis.
"Sekitar tujuh puluh lima persen kasus frambusia terjadi pada anak usia di bawah lima belas tahun di lingkungan kumuh," katanya menambahkan.
Masa inkubasi bakteri ini berkisar sembilan hingga sembilan puluh hari yang terbagi dalam tiga stadium dengan gejala yang berbeda.
"Apabila ditemukan satu kasus positif maka akan segera dilakukan pemberian obat pencegahan massal kepada seluruh penduduk di desa endemis," tuturnya.
Menambahkan penjelasan medis tersebut, Pengelola Frambusia Puskesmas Umanen, Anggita Kelang S.Kep, Ners, menekankan pentingnya deteksi dini melalui surveilans aktif di tengah masyarakat.
Menurutnya, peran tenaga kesehatan tidak hanya mengobati, tetapi juga memastikan bahwa setiap bercak kulit yang mencurigakan pada anak-anak segera diperiksa untuk memastikan apakah itu gejala awal frambusia atau bukan.
"Kami terus menggencarkan skrining di sekolah-sekolah dan pemukiman padat penduduk guna memastikan tidak ada kasus yang tersembunyi. Jika masyarakat menemukan luka terbuka yang sulit sembuh namun tidak terasa sakit, segera lapor ke petugas agar bisa langsung ditangani sebelum memasuki stadium lanjut," ujarnya.
Laporan kasus terakhir di Kabupaten Belu ditemukan tahun dua ribu tujuh belas sedangkan wilayah Umanen sendiri masih belum ditemukan hingga saat ini. Puskesmas Umanen berkomitmen menjaga status nol kasus ini demi mencapai target eliminasi total.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....