Rambusa, Buah Liar Kaya Vitamin yang Tumbuh di Hutan

  • 25 Mei 2026 14:13 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Markisa hutan atau rambusa menjadi salah satu buah liar yang cukup dikenal masyarakat pedesaan. Tanaman ini masih berkerabat dengan buah Markisa dan tumbuh merambat di pepohonan.

Di Nusa Tenggara Timur, rambusa sering ditemukan di kebun, tepi hutan, dan daerah perbukitan. Tanaman ini mudah tumbuh pada kawasan terbuka yang terkena sinar matahari langsung.

Rambusa memiliki batang merambat dengan panjang mencapai lima meter. Tanaman ini mempunyai alat pembelit berbentuk spiral untuk membantu merambat pada pepohonan.

Buah rambusa berbentuk bulat kecil seperti kelereng dan kadang sedikit lonjong. Diameter buahnya berkisar antara satu hingga tiga sentimeter dengan serabut halus pada kulitnya.

Saat masih muda, buah rambusa berwarna hijau dan tidak boleh dikonsumsi karena beracun. Setelah matang, warna buah berubah menjadi kuning dengan rasa manis dan sedikit asam.

Mengutip dari nusantarafoodbiodiversity.org Senin 25 Mei 2026, buah rambusa dapat dikonsumsi langsung tanpa diolah terlebih dahulu. Buah ini juga dapat diolah menjadi jus maupun selai segar.

Buah rambusa yang sudah dipetik dapat disimpan dalam lemari pendingin selama beberapa hari. Hasil percobaan menunjukkan daya simpan rambusa berkisar antara tiga hingga tujuh hari.

Rambusa dikenal kaya vitamin C, serat, dan antioksidan yang baik bagi tubuh. Kandungan seratnya dipercaya membantu memperlancar pencernaan dan menjaga kesehatan usus.

Selain buahnya, daun rambusa juga dimanfaatkan sebagai obat penenang alami secara tradisional. Kandungan senyawanya dipercaya membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan kualitas tidur.

Rambusa menjadi salah satu tanaman liar yang masih mudah ditemukan di pedesaan Indonesia. Buah kecil ini tetap digemari karena rasanya segar dan manfaatnya bagi kesehatan tubuh.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....