Bangun Kesehatan Mental, Membentuk Anak Tangguh
- 16 Mei 2026 20:42 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Membangun kesehatan mental anak sejak dini melalui pendidikan positif, adalah fondasi penting untuk membentuk anak yang tangguh. Begitu menurut dokter spesialis anak Kabupaten Belu dr. Seany, S.Pa, kepada rri.co.id, Jumat 15 Mei 2026.
Hal ini dapat dilakukan dengan menerapkan komunikasi dua arah, memberikan pujian atas usahanya bukan hanya hasil, serta mengajarkan anak mengenali dan mengelola emosinya sendiri.
‘’Orang tua tidak hanya memberikan instruksi, tetapi juga mendengarkan, menghargai pendapat, serta membuka ruang diskusi agar anak merasa didengar dan dihargai serta menghargai kerja keras, ketekunan, dan keberanian anak saat mencoba sesuatu jauh lebih penting daripada sekadar berfokus pada nilai akhir atau menang dan kalah,’’ tutur dr. Seany.
Memvalidasi emosi adalah fondasi penting dalam membangun kecerdasan emosional dan kestabilan mental anak. Saat Anda mengakui perasaannya,anda mengajarkan mereka bahwa semua emosi itu wajar dan bisa dikelola dengan baik.
’’Jangan pernah mengabaikan atau menyuruh anak berhenti menangis. Ajarkan mereka mengenali perasaannya dengan kalimat seperti, ibu tahu kamu sedang marah atau sedih karena menerima emosi mereka adalah langkah awal untuk memiliki kestabilan mental," ujarnya.
dr.Seany menyarankan,untuk selalu mengapresiasi usaha mereka dalam bentuk apapun. ‘’Ibu bangga kamu sudah berusaha keras menggambar ini sampai selesai. Hal Ini akan membangun pola pikir berkembang dan harga diri yang kuat,’’ ucap dr.Seany.
Menurutnya penerapan disiplin positif dengan konsekuensi logis, jadi cara yang sangat efektif untuk membentuk perilaku anak tanpa merusak mental mereka. Pendekatan ini mengajarkan anak untuk memahami sebab-akibat dari perbuatan mereka secara langsung.
"Terapkan disiplin positif. berikan konsekuensi logis atas perilaku mereka. Misalnya, jika mereka membuang mainan dengan sengaja, konsekuensinya adalah mainan tersebut disimpan sementara waktu,’’ ujarnya.
Menjadi orang tua teladan dan membangun komunikasi dua arah adalah kunci utama dalam mendukung perkembangan emosi anak serta dengan melihat orang tua mengelola stres dengan baik dan mendengarkan secara aktif, anak akan merasa aman dan mencontoh perilaku positif tersebut
‘’Anak-anak adalah peniru yang ulung. Mereka belajar lebih banyak dari apa yang kita lakukan daripada apa yang kita katakan. Ketika orang tua mampu mendengarkan secara aktif dan menyikapi masalah dengan tenang, anak tidak hanya merasa aman secara emosional, tetapi juga mendapatkan kenyamanan serta tentang cara regulasi diri dan berkomunikasi yang baik hingga mereka dewasa nanti,’’ujar dr.Seany.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....