Dua SMP di TTU Disiapkan untuk Program Pertukaran Pelajar dengan Australia

  • 30 Agt 2026 20:25 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu - Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) membuka peluang bagi peserta didik di SMP Negeri 1 Kefamenanu dan SMP Negeri Maubeli Kota Kefamenanu untuk memperoleh pengalaman pendidikan melalui program pertukaran siswa dengan pelajar SMP dari Australia.

‎Untuk memulai program pertukaran pelajar itu, maka Bupati TTU Yosep Falentinus Dellasale Kebo mengeluarkan instruksi kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Beato Yoseph Frent Omenu, S.STP dan para guru dari kedua sekolah tersebut supaya mempersiapkan siswa dan sarana pendukung lainnya di SMP Negeri 1 Kefamenanu dan SMP Maubeli, supaya mewujudkan program pertukaran pelajar dari TTU dengan Australia.

‎Instruksi tersebut disampaikan Bupati TTU Yosep Falentinus Dellasale Kebo saat memberi sambutan pada kegiatan Penyerahan Bantuan Perlengkapan Sekolah bagi pelajar SD dan SMP se-Kabupaten TTU, yang berlangsung di Aula Bale Biinmafo pada Kamis 27 Agustus 2026.

‎Bupati Falent menilai program pertukaran siswa dapat menjadi kesempatan penting bagi anak-anak TTU untuk memperluas wawasan dan pengalaman belajar. Karena saat progam tersebut berjalan maka interaksi dengan siswa dari negara lain akan membuat anak-anak TTU memiliki pengalaman yang berharga. Sehingga peserta didik diharapkan dapat belajar mengenal budaya, pola pembelajaran serta lingkungan pendidikan yang berbeda", ujar mantan TNI ini.

‎"Saat ini yang perlu diperhatikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan TTU adalah segera melakukan persiapan yang matang terhadap siswa dan guru dari SMP Negeri 1 Kefamenanu dan SMP Negeri Maubeli. Kadis Pendidikan dan para pelajar harus memandang pendidikan di era sekarang tidak boleh hanya berorientasi pada lingkungan lokal. Peserta didik perlu diberikan kesempatan untuk mengenal dunia yang lebih luas sehingga memiliki keberanian dan kemampuan untuk bersaing pada level yang lebih tinggi", kata Pendiri Ormas Beta Timor ini.

‎Bupati Falent menekankan bahwa anak-anak TTU memiliki potensi besar tetapi harus terus dikembangkan. Karena itu, pemerintah bersama sekolah perlu menciptakan ruang yang memungkinkan peserta didik mendapatkan pengalaman baru di luar lingkungan sekolah dan daerah", ujarnya.

‎Program pertukaran pelajar ini memiliki hubungan erat dengan pentingnya peran guru sebagai pendamping dan pembimbing peserta didik. Sehingga, guru harus mampu membantu para pelajar mengenali potensi mereka dan, membangun kepercayaan diri sehingga mereka bisa menentukan arah masa depan.

‎“Berikanlah kesempatan bagi para pelajar TTU untuk bermimpi dan pendidik menjadi jembatan untuk meraih mimpi mereka tersebut", kata Bupati Falent.

‎Program pertukaran siswa dengan Australia diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan pertukaran pengalaman, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan membuka wawasan global bagi generasi muda TTU.

‎Bupati berharap persiapan dilakukan secara serius oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan TTU bersama pihak sekolah, termasuk memastikan kesiapan peserta didik, guru pendamping serta aspek pembelajaran dan komunikasi. Karena tentunya bahasa pengantar saat kegiatan belajar mengajar akan menggunakan bahasa Inggris.

‎Dengan adanya program tersebut, peserta didik dari SMP Negeri 1 Kefamenanu dan SMP Maubeli diharapkan dapat menjadi bagian dari generasi muda TTU yang memiliki wawasan luas, mampu beradaptasi dengan lingkungan global, namun tetap memiliki identitas budaya dan karakter sebagai anak daerah", ujar Bupati Falent.

‎Bupati Falent menegaskan bahwa masa depan generasi muda TTU berada di tangan semua pihak. Karena itu, pemerintah, sekolah, guru dan orang tua harus memberikan dukungan agar anak-anak TTU memperoleh kesempatan seluas-luasnya untuk berkembang dan meraih cita-cita yang tinggi (SK).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....