Sembilan Siswa SMP Tidak Ikuti UAS Pengaruhi Prosentase Kelulusan TTU

  • 09 Jun 2026 06:56 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu - Pasca pengumuman kelulusan Siswa SD-SMP Kabupaten Timor Tengah Utara, progresnya hampir rata-rata tiap sekolah kelulusannya 100 persen. Tetapi terdapat beberapa siswa yang tidak mengikuti ujian akhir sekolah (UAS) sehingga menghambat prosentase kelulusan. Berdasarkan data, terdapat 9 orang siswa di SMP Negeri Miomafo Barat yang tidak sempat mengikuti UAS. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan TTU, Beato Yoseph Frent Omenu, S.STP saat diwawancarai RRI.CO.ID di ruangannya pada Senin 8 Juni 2026.

Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan TTU, saya sudah memanggil Kepala SMP Negeri 1 Miomafo Barat (Eban), karena terdapat 9 orang anak di sekolah tersebut tidak mengikuti UAS. Padahal nama para siswa dimaksud sudah masuk dalam Dapodik sebagai peserta ujian dan sudah ada penetapan juga, tetapi ketika ujian berlangsung mereka tidak hadir", ujar Yoseph.

"Berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak SMP Negeri 1 Miomafo Barat, supaya mereka mengikuti ujian, tetapi memang 9 orang siswa itu yang mangkir dan tidak mau mengikuti ujian akhir sekolah. Jadi ini yang menjadi penghambat sehingga prosentase kelulusan tingkat Kabupaten TTU tidak mencapai 100 persen", kata Yosep.

Sedangkan siswa-siswi jenjang SD semua mengikuti UAS dan tidak ada persoalan. Yang sempat muncul persoalan di SDK Lansese, karena ada salah satu siswa mereka sakit dan tidak mengikuti ujian pada hari pertama. Tetapi Kepala SDK Lansese meminta salah satu siswa kelas V duduk mengisi kursi siswa yang sakit itu sebagai dokumentasi foto. Kebijakan yang diambil Kepsek Lansese itu salah sehingga saya mengutus Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan TTU, pak Jefri Banu untuk menyelesaikan persoalan itu.

Setelah menyelesaikan persoalan tersebut siswa yang sakit itu,juga sembuh sehingga ia mengikuti ujian akhir sekolah pada hari kedua dan ia juga mengikuti ujian susulan untuk mengisi ketidakhadirannya pada hari pertama. Karena memang ada kebijakan supaya siswa yang sakit bisa mengikuti ujian susulan (SK).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....