Hal yang Perlu Dipahami saat Pikiran Terus Tertuju pada Makanan
- 31 Agt 2026 16:02 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua – Pikiran tentang makanan yang terus muncul dapat membuat seseorang sulit mengalihkan perhatian dari aktivitas sehari-hari. Kondisi ini dikenal sebagai food noise, yaitu pikiran berulang tentang makanan.
Psikolog LIGHThouse Clinic, Tara de Thouars, mengatakan kondisi tersebut kerap dianggap sebagai persoalan kemauan atau disiplin seseorang. Padahal, hubungan dengan makanan dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Berikut enam hal yang perlu dipahami mengenai kondisi ketika pikiran terus tertuju pada makanan:
1. Tidak selalu karena lapar
Keinginan memikirkan makanan dapat muncul meski seseorang belum merasa lapar secara fisik. Dorongan tersebut dapat berupa keinginan untuk ngemil atau memikirkan makanan tertentu.
2. Pola pikir ikut memengaruhi
| Baca juga: Motivasi Difabel Lanjut Kuliah |
Cara seseorang memandang makanan dapat memengaruhi sikap dan pilihan ketika makan. Hubungan yang kurang tepat dengan makanan juga dapat membentuk kebiasaan tertentu.
3. Kondisi emosional dapat berpengaruh
Dorongan untuk makan tidak selalu berasal dari kebutuhan tubuh. Keadaan emosional, kebiasaan, paparan makanan, dan lingkungan juga dapat menjadi pemicunya.
4. Tubuh memiliki pengatur rasa lapar
Tubuh memiliki mekanisme biologis yang membantu mengatur rasa lapar dan kenyang. Perubahan berat badan dapat memengaruhi mekanisme tersebut sehingga pola makan terasa lebih sulit diatur.
5. Hormon berkaitan dengan nafsu makan
Hormon GLP-1 dan GIP termasuk dalam kelompok hormon incretin yang membantu tubuh merespons makanan. Keduanya turut berkaitan dengan pengaturan gula darah dan rasa kenyang.
6. Penanganannya perlu menyeluruh
Memahami kondisi ini perlu mempertimbangkan pola makan, aktivitas, kebiasaan, keadaan psikologis, lingkungan, dan faktor biologis. Pendampingan tenaga profesional dapat membantu menentukan langkah yang sesuai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....