Optimalisasi Energi Baru Terbarukan Berbasis Potensi Lokal

  • 10 Mei 2026 12:12 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Pengurus Komunitas Luri Panamu Kabupaten Sumba Timur-NTT Petrus Lamba Awang mengatakan,kolaborasi dalam pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) adalah kunci untuk menciptakan kemandirian masyarakat dan meningkatkan ekonomi pedesaan.

Menurutnya,Energi Baru Terbarukan bukan sekadar isu lingkungan,melainkan instrumen strategis untuk memutus ketergantungan energi dan memicu geliat ekonomi di pelosok Sumba Timur.

’’Pengembangan energi baru terbarukan dipandang sebagai kunci untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah terpencil melalui kolaborasi. Pemanfaatan EBT tidak hanya berfokus pada lingkungan, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi lokal dan pemerataan akses energi,’’ ucap Petrus pada perbincangan rri.co.id, Sabtu 9 Mei 2026.

Dengan mengelola energi secara mandiri,kata Petrus,biaya operasional warga berkurang dan surplus energi dapat digunakan untuk mendukung unit usaha produktif di desa.

‘’Pemanfaatan EBT secara produktif,dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan peternakan secara signifikan,sehingga tentunya menciptakan ekosistem ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan bagi masyarakat,’’ ujarnya.

Penghijauan di sekitar sumber air adalah investasi ekologi yang menghasilkan dividen ekonomi secara berkelanjutan.Ini membuktikan bahwa kelestarian lingkungan dan pertumbuhan ekonomi bukanlah dua hal yang bertentangan,melainkan saling mendukung.

’’Melalui gerakan seperti penghijauan di sekitar sumber air,menjaga kelestarian sumber daya alam sehingga manfaat ekonomi dari energi terbarukan dapat dinikmati secara berkelanjutan dalam jangka panjang’’ ucap Petrus.

Pemberdayaan masyarakat melalui teknologi tepat guna sangat penting,karena menurut Petrus dengan latar belakang pengalamannya di IBEKA (Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan), harus berfokus pada menempatkan masyarakat lokal sebagai subjek utama pembangunan.

‘’Pentingnya penguasaan teknologi oleh masyarakat lokal agar mereka menjadi aktor utama dalam pembangunan ekonomi mereka sendiri, bukan sekadar penonton dan mendorong model demokratisasi energi, di mana masyarakat memiliki hak penuh untuk memilih dan mengelola sumber energi sesuai dengan imajinasi dan kebutuhan lokal mereka,’’tuturnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....