Pembatasan Media Sosial Dinilai Lindungi Ruang Tumbuh Siswa

  • 11 Apr 2026 16:16 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Pembatasan penggunaan media sosial bagi siswa dinilai penting sebagai upaya melindungi ruang tumbuh dan perkembangan siswa. Kebijakan ini bukan untuk memutus koneksi digital, melainkan membantu siswa tetap fokus pada proses belajar dan perkembangan diri secara optimal.

Pembatasan ini berdampak positif pada konsentrasi belajar siswa. Gangguan seperti notifikasi dan kebiasaan menggulir layar tanpa henti dinilai menjadi penyebab utama menurunnya fokus belajar.

“Pembatasan ini bukan untuk memutus koneksi, tetapi melindungi ruang tumbuh siswa agar mereka bisa berkembang dengan baik,” ucap PLT. Kasek SDN Fohomane, Robinson Alberto Udju, S.Pd., Gr ketika diwawancara RRI Atambua melalui telepon Jumat 10 April 2026.

Robinson Alberto Udju, S.Pd., Gr menjelaskan bahwa saat ini banyak siswa yang cenderung langsung mengandalkan teknologi seperti kecerdasan buatan untuk menyelesaikan tugas. Hal tersebut membuat kemampuan berpikir kritis dan kognitif siswa menurun.

Selain itu, minat siswa terhadap literasi juga mengalami penurunan. Perpustakaan sekolah yang seharusnya menjadi pusat belajar justru kurang dimanfaatkan karena siswa lebih memilih mencari informasi melalui gawai.

“Sekarang anak-anak sedikit-sedikit langsung tanya AI, jadi mereka tidak lagi mengasah kemampuan berpikir dan literasi,” katanya.

Katanya, Dengan pembatasan yang tepat, diharapkan siswa dapat kembali memanfaatkan fasilitas pendidikan seperti perpustakaan dan meningkatkan kualitas belajar secara menyeluruh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....