Menjaga Harmoni Persaudaraan NTT dari Bahaya Provokasi Digital
- 21 Mar 2026 16:54 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Konflik kelompok pemuda di beberapa kabupaten wilayah Nusa Tenggara Timur seringkali dipicu oleh penggunaan media sosial secara tidak bijak.
"Tiap pesan yang kita kirimkan memiliki dampak luas sehingga perlu dipikirkan matang melalui prinsip tahan teliti dan lakukan penolakan," kata Dosen STKIP Muhammadiyah Kalabahi, Hadi Kammis, SH kepada rri.co.id, Sabtu 21 Maret 2026.
Nilai persaudaraan yang dijunjung tinggi masyarakat NTT bisa hancur seketika akibat provokasi hoaks yang disebarkan melalui grup percakapan keluarga.
"Setiap yang benar belum tentu memenuhi hati nurani sehingga tidak semua informasi faktual harus dipublikasikan jika memicu perpecahan sosial." ucapnya.
Peran orang tua serta lembaga pendidikan sangat krusial dalam mengontrol penggunaan media digital demi menjaga keharmonisan antar warga sekitar.
Menghapus atau menarik kembali berita hoaks yang terlanjur dibagikan merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk memperbaiki kesalahan yang telah terjadi.
Iapun mengajak agar kita menjaga kedamaian dunia maya sebagaimana menjaga persaudaraan di dunia nyata agar internet tetap menjadi sarana kebaikan bersama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....