Mahasiswa Doktoral dari Australia Meneliti Ketahanan Pangan di Timor

  • 29 Apr 2026 09:17 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua – Mahasiswa Doktoral Antropologi University of Sydney melakukan penelitian mendalam mengenai resiliensi dan ketahanan pangan masyarakat adat di Pulau Timor. Dia adalah Kevin Abimanyu Jatmiko, yang mendapat beasiswa internal dari University of Sydney Australia.

Saat ini Kevin menjalankan penelitian lapangan selama sepuluh bulan di tengah masyarakat adat suku Boti, wilayah Soe, Timor Tengah Selatan (TTS). Ketertarikannya pada isu pangan lokal bermula sejak melakukan penelitian komoditas sorghum saat masih menempuh jenjang pendidikan strata dua (S2).

"Hampir satu tahun, penelitian antropologi ini memang menuntut saya untuk tinggal lama bersama masyarakat," ujar Kevin saat dikonfirmasi pada Selasa, 28 April 2026. "Total periode penelitian lapangan saya adalah 10 bulan dan sekarang sudah masuk bulan ke-8."

Kehidupannya bersama masyarakat adat di Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan perspektif baru mengenai pentingnya menjaga kedaulatan pangan melalui kearifan lokal. Ia mengaku merasa sangat betah tinggal di wilayah tersebut karena sambutan hangat serta kekayaan budaya masyarakat setempat.

Kevin Abimanyu Jatmiko peraih beasiswa doktoral penuh di University of Sydney Australia berpose bersama masyarakat adat di Suku Boti, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). (Foto: Instagram @kevinabimiko)

"Mengenal pangan lokal seperti sain (jewawut/millet), penmina (sorghum), uki (pisang), noah (kelapa), dan tefu (tebu)," katanya. "Membuat lesung kayu (hanu ma esu) menimba oe (air), persiapan elaf (pesta adat), hingga masuk ke ume kbubu (rumah bulat)."

Fokus kajiannya mencakup isu-isu pembangunan berkelanjutan serta bagaimana masyarakat adat merespons perubahan zaman melalui sistem pangan tradisional mereka. "Semuanya bikin bermakna," ujar Kevin.

Transformasi akademik Kevin dari bidang Ilmu Hubungan Internasional (HI) menuju Antropologi dipicu kepeduliannya terhadap isu pembangunan di tingkat lokal. Ia meyakini bahwa masalah global seperti perubahan iklim dapat dipelajari melalui praktik-praktik kecil yang dilakukan oleh komunitas adat.

Selama di suku Boti, Kevin belajar mengenai cara hidup selaras dengan alam serta pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Pengalaman ini nantinya akan disusun menjadi sebuah disertasi yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....