Festival Aladin 2026: Fenomena Laut Dingin Alor Bertemu Sains dan Ekonomi
- 16 Sep 2026 06:48 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor - Fenomena air laut dingin atau Aladin di perairan Desa Alor Kecil, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, kini tidak lagi dipandang sekadar sebagai keunikan alam. Fenomena langka tersebut mulai dikembangkan menjadi daya tarik pariwisata berbasis sains, budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Festival Aladin 2026 yang berlangsung pada 12–14 September 2026.
Festival yang menjadi bagian dari rangkaian Wisma Raya II tersebut mempertemukan pemerintah daerah, perguruan tinggi, peneliti, masyarakat, pelaku UMKM, serta wisatawan. Kolaborasi itu diarahkan untuk menjadikan fenomena Aladin sebagai potensi baru yang mampu memperkuat sektor pariwisata sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.
Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, mengatakan Festival Aladin bukan sekadar agenda hiburan atau seremonial. Menurutnya, fenomena arus laut dingin yang muncul di perairan Alor Kecil menjadi kekayaan alam yang perlu dikembangkan secara serius dan berkelanjutan, terlebih Alor juga memiliki potensi wisata bahari dan bawah laut yang telah menarik wisatawan.
“Fenomena air laut dingin atau disebut Aladin di Alor Kecil merupakan fenomena alam langka, di mana arus dingin yang muncul tiba-tiba membawa berkah bagi ekosistem laut kita dan menjadi atraksi visual yang memukau dunia. Kita bersyukur memiliki kekayaan alam bahari dan bawah laut yang luar biasa, sehingga Alor menjadi salah satu destinasi wisata bagi wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara,” ujar Rocky.
Pengembangan Festival Aladin juga ditempatkan dalam kerangka pembangunan daerah melalui konsep Tripalawa yang mengintegrasikan pertanian, kelautan, dan pariwisata. Pemerintah Kabupaten Alor berharap potensi tersebut tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi menjadi kekuatan yang saling mendukung dalam menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Dari sisi akademik, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang mengambil peran melalui penelitian terhadap fenomena air laut dingin. Wakil Rektor III Undip, Prof. Dr. Adian Fatchur Rochim, menjelaskan penelitian yang dilakukan bersama tim peneliti, termasuk Prof. Anin dari bidang oseanografi, mendapat mandat melalui LPDP dan Kementerian Pendidikan Tinggi untuk mengkaji fenomena tersebut.
Hasil penelitian itu memungkinkan kemunculan air laut dingin diprediksi. Menurut Adian, kemampuan tersebut menjadi perkembangan penting karena sebelumnya fenomena Aladin sulit diketahui waktunya dan hanya berlangsung dalam waktu relatif singkat. Prediksi kemunculannya kemudian dapat mendukung pengembangan wisata berbasis scientific tourism di Alor.
“Harapan ke depan, kolaborasi Undip dengan Pemerintah Kabupaten Alor dan Universitas Tribuana sebagai tim partner kami dalam riset tetap berjalan. Tidak hanya menjadi festival tahunan, tetapi kami berharap bisa melahirkan riset, inovasi penelitian, produk unggulan, dan utamanya peluang ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Adian.
Kolaborasi penelitian tersebut turut melibatkan Universitas Tribuana Kalabahi (Untrib). Rektor Untrib Kalabahi, Elia Maruli, mengatakan keterlibatan perguruan tinggi merupakan bentuk tanggung jawab kampus agar hasil penelitian tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dapat memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Elia menjelaskan, Untrib memiliki sumber daya manusia yang dapat mendukung penelitian, sementara sejumlah kebutuhan peralatan dan fasilitas diperoleh melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi seperti Undip. Kerja sama dengan pemerintah daerah juga dinilai penting agar hasil riset dapat diterapkan dalam pengembangan potensi daerah, terutama sektor maritim.

“Impian terbesar kami adalah kegiatan ini harus berdampak secara makro terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan secara mikro berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat kecil. Kami berharap festival ini tidak hanya berlangsung tahun ini, tetapi dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya dengan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujar Elia.
Festival Aladin 2026 diramaikan berbagai kegiatan, mulai dari fun run, mancing tradisional, dayung perahu kano, panahan tradisional, tarik tambang, perahu naga, sepeda hias, tari perang, hingga lomba menangkap ikan Aladin. Selain itu, terdapat lomba fotografi fenomena Aladin, gastronomi, pertunjukan gerabah dan kue rambut, serta pameran UMKM, tenun ikat khas Alor dan kuliner lokal.
Di balik seluruh rangkaian tersebut, pemerintah dan perguruan tinggi menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Fenomena Aladin diharapkan berkembang menjadi ikon wisata maritim Alor yang ditopang riset dan teknologi, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat tanpa mengorbankan ekosistem pesisir. Sinergi pemerintah, kampus, dan masyarakat menjadi fondasi agar Festival Aladin tidak berhenti sebagai perayaan tahunan, tetapi tumbuh menjadi gerakan bersama untuk mengangkat potensi Alor secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....