Kefa Air: Gerbang Baru Kebangkitan Ekonomi Kabupaten TTU
- 18 Jul 2026 07:14 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Kefamenanu - Penerbangan perdana Kefa Air bukan sekadar dibukanya sebuah rute penerbangan baru. Lebih dari itu, ini adalah awal dari sebuah transformasi besar bagi Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dalam membangun perekonomian yang lebih maju, terbuka, dan kompetitif. Demikian tulisan, H. Fahmi H. Abdullahi, SE selaku Staf Khusus Bupati TTU Bidang UMKM dan Ekonomi Kreatif yang diterima RRI.CO.ID pada Kamis 16 Juli 2026.
Selama bertahun-tahun, salah satu tantangan utama pembangunan di TTU adalah keterbatasan akses transportasi yang cepat dan efisien. Tetapi kini, dengan hadirnya Kefa Air, masyarakat TTU memiliki harapan baru. Jarak yang selama ini menjadi hambatan mulai dipangkas, sehingga mobilitas manusia, barang, investasi, dan peluang usaha menjadi semakin mudah", kata CEO Jabal Group ini.
Menurut Haji Fahmi bahwa, daerah yang ingin berkembang, konektivitas adalah salah satu syarat utama. Tidak ada daerah yang dapat tumbuh pesat tanpa didukung akses transportasi yang baik. Sehingga kehadiran Kefa Air, maka Investasi Akan Lebih Mudah Masuk ke TTU. Sebab seorang investor sebelum menanamkan modal selalu melihat beberapa faktor utama, yaitu:
"Kemudahan akses menuju daerah investasi, Efisiensi waktu perjalanan, Kepastian transportasi bagi tenaga ahli dan manajemen perusahaan dan Kemudahan distribusi barang dan logistik. Dengan adanya penerbangan langsung menuju Kefamenanu, TTU kini memiliki nilai tambah yang sangat besar di mata investor", kata Haji Fahmi.
Menurutnya, Investor dari Jakarta, Surabaya, Bali, Makassar, maupun kota-kota besar lainnya tidak lagi memandang TTU sebagai daerah yang sulit dijangkau. Mereka dapat melakukan survei lokasi, menghadiri pertemuan bisnis, mengawasi proyek, hingga kembali ke kota asal dengan lebih cepat dan efisien karena Kefa Air sudah tersedia. Sehingga semakin mudah akses menuju TTU, maka semakin besar pula peluang investasi yang akan masuk.
*Banyak Sektor Siap Berkembang*
TTU memiliki potensi luar biasa yang selama ini belum sepenuhnya dimanfaatkan karena keterbatasan akses. Beberapa sektor yang akan semakin menarik bagi investor antara lain: Pertanian modern, Peternakan sapi, Industri pengolahan hasil pertanian, Perdagangan dan ritel modern, Pariwisata, Hotel dan penginapan, Restoran dan kuliner, Pergudangan dan logistik, Properti dan perumahan, Pendidikan dan kesehatan, Energi baru dan terbarukan, serta Industri UMKM berbasis lokal.
Ketika akses transportasi semakin baik, maka biaya operasional investor juga menjadi lebih efisien. Hal ini meningkatkan daya saing TTU dibandingkan daerah lain.
"Pariwisata TTU Akan Semakin Dikenal*
Kabupaten TTU memiliki banyak potensi wisata alam, budaya, religi, dan sejarah yang layak dikenal lebih luas. Sehingga Wisatawan yang sebelumnya enggan datang karena perjalanan yang panjang kini memiliki alternatif perjalanan yang jauh lebih nyaman", ujar Wakil Ketua APINDO NTT ini.
Lebih jauh ia mengatakan dengan semakin banyak wisatawan datang, maka semakin besar peluang usaha bagi pengusaha : Hotel, Homestay, Rumah makan, Café, Rental kendaraan, Pemandu wisata, Penjual oleh-oleh, Pelaku ekonomi kreatif dan Pengrajin lokal. Karena setiap wisatawan yang datang membawa uang untuk dibelanjakan di TTU, dan uang tersebut akan berputar di masyarakat.
*UMKM Akan Menjadi Penerima Manfaat Terbesar*
Dikatakan Haji Fahmi bahwa, UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Ketika investor datang, wisatawan meningkat, dan aktivitas bisnis bertambah, maka otomatis permintaan terhadap produk UMKM juga meningkat. Produk-produk lokal seperti : Kopi TTU, Tenun ikat, Makanan khas Timor, Kerajinan tangan, Produk pertanian, Produk peternakan, Produk olahan pangan, akan memiliki pasar yang jauh lebih luas. UMKM tidak lagi hanya menjual kepada masyarakat lokal, tetapi juga kepada tamu dari luar daerah.
*Lapangan Kerja Baru Akan Tercipta*
Setiap investasi baru akan membutuhkan tenaga kerja, mulai dari : Pekerja konstruksi, Pegawai hotel, Karyawan restoran, Sopir, Teknisi, Security, Administrasi, Akuntan, Sales, Marketing,
Operator, Teknisi IT, dan Tenaga kebersihan", kata CEO Jabal Group ini.
"Artinya, semakin banyak investasi masuk, maka semakin banyak pula masyarakat TTU yang memperoleh pekerjaan. Sehingga pengangguran akan berkurang dan kesejahteraan masyarakat akan meningkat.
Dalam ilmu ekonomi terdapat istilah multiplayer effect atau efek ganda. Jadi ketika seorang investor datang ke TTU, tentunya Ia menginap di hotel. Disamping itu, Hotel membeli sayur dari petani. Saat bersamaan, petani perlu membeli pupuk untuk usaha taninya. Lalu Toko penjual pupuk membeli barang dari distributor. Pertalian terus berlanjut karena, distributor menggunakan jasa transportasi, lalu penjual jasa transportasi membeli BBM di SPBU. Pengusaha SPBU tentunya memiliki pekerja sehingga menggaji karyawannya. Kemudian, karyawan membelanjakan uangnya di pasar, begitulah siklus uang terus berputar di dalam daerah.
Semakin banyak orang datang ke TTU, semakin besar pula uang yang beredar di masyarakat. Sehingga ekonomi daerah menjadi hidup. Kemudian Nilai Tanah dan Properti Akan Meningkat. Daerah yang memiliki akses transportasi udara biasanya mengalami kenaikan nilai ekonomi.
"Karena harga tanah meningkat, Perumahan berkembang, Kawasan perdagangan bertambah, Perkantoran bermunculan, Pusat kuliner berkembang, Investasi properti meningkat. Semua ini akan memberikan manfaat bagi masyarakat TTU dalam jangka panjang", ujar Wakil Ketua APINDO NTT ini.
*Pendapatan Daerah Akan Bertambah*
Semakin banyak aktivitas ekonomi, maka Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga akan meningkat. Karena Pajak hotel meningkat, Pajak restoran meningkat, Pajak reklame meningkat, Retribusi meningkat, Perizinan usaha bertambah.
Dengan PAD yang lebih besar, pemerintah daerah Kabupaten TTU memiliki kemampuan yang lebih baik untuk membangun : Jalan, Sekolah, Rumah sakit, Pasar, Infrastruktur, Air bersih, Sarana olahraga dan Fasilitas umum lainnya.
*Kefa Air Adalah Simbol Kepercayaan*
Hadirnya maskapai penerbangan menuju TTU menunjukkan bahwa daerah ini mulai dipercaya memiliki prospek ekonomi yang baik. Kepercayaan inilah yang harus dijaga bersama. Pemerintah, dunia usaha, masyarakat, UMKM, dan seluruh pemangku kepentingan harus mendukung keberlangsungan penerbangan ini dengan meningkatkan aktivitas ekonomi, memperkuat sektor unggulan daerah, serta memberikan pelayanan terbaik kepada setiap tamu yang datang", kata Haji Fahmi.
Semakin tinggi tingkat keterisian penumpang, semakin besar peluang rute penerbangan ini berkembang dan semakin banyak maskapai lain yang tertarik membuka layanan ke TTU. Keberhasilan Kefa Air bukan hanya tanggung jawab maskapai atau pemerintah semata, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat TTU.
Mari kita manfaatkan penerbangan ini untuk membuka peluang usaha, memperluas jaringan bisnis, menarik investor, mempromosikan pariwisata, meningkatkan daya saing UMKM, dan membangun masa depan daerah yang lebih sejahtera.
"TTU memiliki sumber daya alam yang melimpah, masyarakat yang pekerja keras, serta posisi strategis sebagai daerah perbatasan dengan negara Timor Leste (Distrik Oe-Cusse. Kini, dengan hadirnya akses transportasi udara yang lebih baik, saatnya kita melangkah lebih percaya diri menuju kemajuan. Mari kita dukung Kefa Air, karena setiap pesawat yang mendarat di TTU bukan hanya membawa penumpang, tetapi juga membawa harapan, investasi, lapangan kerja, dan masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Timor Tengah Utara," ujar Ketua Dewan Kehormatan HIPMI Nusa Tenggara Timur (SK).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....