Brimob Alor Wujudkan Harapan Warga setelah Dua Puluh Tahun Menanti Jembatan

  • 15 Mar 2026 12:56 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Perjalanan panjang masyarakat akhirnya terjawab dengan berdirinya Jembatan Teratai yang menghubungkan wilayah Kelurahan Kalabahi Tengah dan Kelurahan Nusa Kenari. Infrastruktur ini menjadi harapan baru bagi warga yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan akses.

Jembatan tersebut bukan hanya sarana penyeberangan, tetapi juga simbol kebersamaan antara masyarakat, pemerintah, dan aparat keamanan. Kehadirannya lahir dari proses panjang yang melibatkan berbagai pihak.

Peresmian jembatan berlangsung dalam suasana penuh syukur. Warga yang hadir menyaksikan secara langsung bagaimana kerja sama dan gotong royong mampu mewujudkan harapan lama masyarakat.

Wakil Komandan Kompi 4 Yon A Pelopor Satbrimob Polda NTT, IPTU Urbanus Widiyan, dalam sambutannya menekankan bahwa pertemuan masyarakat pada momen tersebut bukanlah sebuah kebetulan.

“Kita patut bersyukur kepada Tuhan karena kita bisa hadir di tempat ini. Ini bukan kebetulan, tetapi proses panjang yang menyatukan kita semua,” ujar IPTU Urbanus Widiyan. Sabtu, 14 Maret 2026.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan jembatan tidak hanya tentang pekerjaan fisik, tetapi juga tentang membangun nilai kebersamaan. Menurutnya, perbedaan pandangan yang muncul selama proses pembangunan adalah hal yang wajar.

“Perbedaan itu biasa. Justru dari berbagai warna itulah muncul keindahan dalam kebersamaan,” katanya.

IPTU Urbanus juga menyampaikan pesan pimpinan Polda NTT mengenai semangat NTT Penuh Kasih. Nilai kasih menurutnya mencerminkan persatuan, ketulusan, dan rasa aman bagi seluruh masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, pemerintah turut memberikan dukungan terhadap pembangunan jembatan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat meningkatkan konektivitas wilayah.

Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum (Kasi Trantib), Iman Sallo, mengatakan bahwa jembatan ini memiliki manfaat besar bagi mobilitas masyarakat.

“Tujuan pembangunan jembatan ini adalah mempercepat konektivitas antara dua wilayah serta memperlancar transportasi manusia dan barang,” ucap Iman Sallo.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar menjaga dan merawat jembatan yang telah dibangun bersama. Perawatan yang baik menurutnya akan membuat jembatan tetap aman digunakan dalam jangka panjang.

Dukungan dari pemerintah kelurahan juga menjadi bagian penting dalam proses pembangunan tersebut. Lurah Nusa Kenari, Bobi Kilaka, mengaku bersyukur karena jembatan yang lama dinantikan akhirnya dapat diwujudkan.

“Sejak puluhan tahun masyarakat menggunakan jembatan sederhana. Hari ini kita bisa meresmikan jembatan yang lebih baik untuk masyarakat,” kata Bobi Kilaka.

Ia berharap masyarakat dapat menjaga jembatan tersebut karena manfaatnya sangat besar bagi aktivitas warga, mulai dari anak sekolah hingga masyarakat yang menuju pasar dan tempat ibadah.

Di balik berdirinya jembatan baru itu, tersimpan kisah panjang perjuangan seorang warga bernama Thalib Duru yang selama puluhan tahun mempertahankan jembatan sederhana agar masyarakat tetap bisa melintas.

“Selama 20 tahun saya membangun dan memperbaiki jembatan itu sendiri. Ketika ada bantuan membangun jembatan ini, saya merasa seperti doa saya akhirnya dikabulkan,” ungkap Thalib Duru.

Kini Jembatan Teratai tidak hanya menjadi penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi simbol harapan, gotong royong, dan kepedulian yang lahir dari kebersamaan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....