Suku Boti, Cerminan Masyarakat Madani di Pulau Timor

  • 25 Feb 2026 05:14 WIB
  •  Atambua

Menolak bukan tanpa sebab, namun upaya baik pemerintah bertentangan dengan prinsip luhur yakni berdiri di atas kaki sendiri. Salah satu istilah yang digaungkan adalah meop on ate tah on usif.

Istilah tersebut berarti, kerja seperti seorang hamba makan seperti seorang raja. Suku Boti sangat menghargai alam dengan tidak sembarang menebang pohon.

Alam bagi Suku Boti adalah sosok ibu yang menyediakan makanan. Sehingga, jika seseorang ingin menebang sebatang pohon maka harus melihat usia pohon tersebut.

Kemudian satu tahun sebelum menebang dia harus menanam pohon pengganti. Merusak alam bagi Suku Boti merupakan suatu tindakan yang melukai hati seorang ibu.

Anak-anak di Suku Boti sejak kecil diberikan kebebasan untuk memilih, apakah ingin bersekolah atau teguh menjalankan tradisi. Jika seseorang memilih untuk bersekolah maka dia akan mengikuti perkembangan zaman.

Namun jika dia tidak memiliki niat bersekolah, maka dia akan dituntun dan diajarkan untuk kemudian meneruskan tradisi tersebut. Perbedaan yang mencolok adalah seorang laki-laki Suku Boti yang teguh memegang tradisi tidak menggunting rambut.

Mereka pun menggunakan kain adat Suku Boti setiap hari. Sedangkan yang bersekolah, diperbolehkan menggunting rambutnya.

Oleh: Fransiskus Xaverius Obe

Rekomendasi Berita