Suku Boti, Cerminan Masyarakat Madani di Pulau Timor
- 25 Feb 2026 05:14 WIB
- Atambua
Kehidupan Sosial dan Pandangan Suku Boti terhadap Alam Semesta
Suku Boti terbagi menjadi dua bagian seperti Boti Luar dan Boti Dalam. Suku Boti Luar adalah orang-orang dari Suku Boti Dalam yang keluar dan berbaur dengan masyarakat sekitar.
Suku Boti Luar juga sudah mengikuti perkembangan zaman termasuk memeluk agama modern seperti Katolik dan Protestan. Sedangkan Boti bagian dalam tinggal menetap di dalam sebuah lingkungan yang dipagari dan tetap menjaga tradisi turun-temurun.
Mulai dari tradisi nenek moyang mereka termasuk sistem kepercayaan animisme dinamisme yang mereka sebut Halaika. Kehidupan mereka sangat damai dan selaras dengan alam semesta.
Salah satu kedamaian dapat terlihat pada bagaimana mereka menyelesaikan konflik antara masyarakat. Caranya, dengan melapor kepada Usif kemudian kedua belah pihak dipanggil untuk berdamai tanpa ada sanksi sosial dan sanksi lainnya.

Tak ada sanksi kepada pihak yang terbukti bersalah, sehingga istilah yang digunakan adalah makan sirih bersama (Mam Tabua). Kehidupan yang selaras dengan alam dapat ditemukan di tempat ini.
Mereka bercocok tanam secara tradisional tanpa menggunakan bahan kimia seperti pupuk yang berpotensi merusak tanah. Namun, hasil yang mereka dapat sangat melimpah sehingga membuktikan bahwa alam menyediakan segalanya untuk kita.
Menurut Usif Boti, mereka menolak segala jenis bantuan dari pemerintah. Sebagai alasan bahwa mereka ingin hidup dari hasil usaha mereka dan menciptakan masyarakat yang mandiri.
|
Selanjutnya,
Menolak bukan tanpa sebab,
|