Suku Boti, Cerminan Masyarakat Madani di Pulau Timor

  • 25 Feb 2026 05:14 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Individu dalam kehidupan sehari-hari saling bergantung untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehingga manusia dikenal sebagai makhluk sosial. Menurut Iffah dan Yasni (2022), individu cenderung bersatu dengan orang lain, membentuk kelompok, memenuhi kebutuhan dan tuntutan hidup.

Individu atau kelompok akan terus berinteraksi dengan makhluk sosial lainnya. Karena pada dasarnya tidak ada seorang pun yang dapat memenuhi semua kebutuhan hidupnya secara mandiri.

Kelompok sosial yang terbentuk pada dasarnya memiliki kesamaan-kesamaan tertentu seperti bahasa, garis keturunaan budaya dan sebagainya. Kandioh et al.,(2016) menyatakan kelompok sosial adalah kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi.

Kelompok diciptakan oleh anggota masyarakat, kelompok juga dapat memengaruhi perilaku para anggotanya. Suku merupakan salah satu kelompok sosial yang didasarkan pada garis keturunan.

Suku Boti merupakan satu suku tertua di Pulau Timor berada di Kecamatan Kie, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi NTT. (Foto: Dok. Fransiskus Xaverius Obe)

Suku pada umumnya mendiami sebuah wilayah tertentu dan menyesuaikan diri mereka dengan keadaan geografis dan iklim. Serta, menyesuaikan sumber daya alam dengan pengetahuan yang mereka miliki.

Selain itu, mereka pada umumnya menjaga warisan budaya secara turun temurun. Suku Boti merupakan satu suku tertua di Pulau Timor berada di Kecamatan Kie, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi NTT.

Penulis dan salah satu rekan berkesempatan mengunjungi suku tersebut dengan menempuh jarak sekitar 20 kilometer dari Niki-Niki, melewati lereng bukit. Kondisi jalan belum tersentuh aspal, memakan waktu sekitar tiga jam perjalanan untuk sampai di Istana (Sonaf) Suku Boti.

Perasaan takut seketika berubah menjadi bahagia ketika masuk dalam Istana (Sonaf) Suku Boti. Kami disambut oleh Raja (Usif) Boti yang bernama Namah Benu dengan sangat ramah.

Kemudian disuguhkan dengan secangkir kopi tumbuk dan sepiring keripik pisang. Perasaan lelah pun terasa terbayarkan.

Selanjutnya, Kehidupan Sosial

Rekomendasi Berita