Keberlanjutan Usaha Berbasis Kearifan Lokal

  • 22 Sep 2026 12:03 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Keberlanjutan usaha berbasis kearifan lokal menjadi kunci utama bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Nusa Tenggara Timur (NTT) agar dapat terus bersaing di pasar modern. Begitu juga Mindari, yang kini telah bertransformasi menjadi salah satu ikon UMKM sukses di Kabupaten Kupang yang memanfaatkan potensi sektor pertanian dan perikanan daerah.

Yustin S. Sadji, Owner dari UMKM Mindari, kepada rri.co.id, Senin 21 September 2026, membagikan pandangan dan harapan terbesarnya terkait aspek keberlanjutan produk Mindari, baik dari sisi inovasi maupun penguatan ekosistem usaha di NTT.

"Harapan terbesar saya untuk keberlanjutan Mindari dari sisi inovasi adalah kemampuan kami untuk terus menggali kekayaan alam NTT yang luar biasa ini," ujar Yustin mengenai arah inovasi produk Mindari ke depannya, Yustin menegaskan bahwa komitmen utama Mindari adalah menjaga napas produk lokal agar tidak kehilangan relevansi di tengah ketatnya persaingan industri pangan olahan.

Selama ini,Mindari sukses mengolah komoditas lokal pertanian dan perikanan’’Hasil olahan lokal seperti pisang gula aren, asam, marungga (kelor), sorgum, kopi, hingga rumput laut dan ikan diolah menjadi camilan premium yang digemari pasar,’’ tuturnya.

Ke depan,Yustin berharap inovasi Mindari tidak hanya berhenti pada diversifikasi rasa atau varian produk, melainkan juga menyentuh aspek teknologi pengolahan pangan yang ramah lingkungan serta kemasan (packaging) yang mendukung konsep keberlanjutan.

"Kami ingin produk pertanian dan perikanan NTT naik kelas.Inovasi ke depan harus bisa memperpanjang masa simpan produk secara alami tanpa bahan kimia berbahaya, sekaligus mengadopsi prinsip ekonomi hijau demi kelestarian lingkungan," ucap Yustin.

Selain faktor internal berupa inovasi,Yustin menyoroti pentingnya ekosistem usaha yang kondusif di NTT untuk menjamin keberlanjutan jangka panjang bagi para pelaku industri kreatif dan UMKM lokal.Bagi Yustin, keberlanjutan sebuah bisnis tidak dapat dicapai secara terisolasi, melainkan membutuhkan sokongan kolektif.

"Secara ekosistem, harapan terbesar saya adalah terciptanya sinergi yang lebih solid antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, akademisi, dan sesama pelaku usaha," kata pemilik UMKM yang berbasis di Desa Neolbaki Kecamatan Kupang Tengah ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....