Mencegah PMK Dinas Peternakan Belu Gencar Vaksinasi Ternak Sapi

  • 09 Sep 2026 12:53 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua-Menjaga Kesehatan ternak agar terhindar dari penyakit salah satu upaya Pemerintah Daerah Belu gencarkan vaksinasi ternak besar sapi.

Petugas Dinas Peternakan Kabupaten Belu turun ke lapangan melakukan vaksinasi ternak piaraan warga.

Kegiatan vaksinasi ternak dua kali dalam setahun periode bulan Januari- Maret dan periode ke-II yakni Juli - September. Umumnya merujuk pada program nasional vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi, kerbau, kambing, dan domba.

Pelaksanaan vaksinasi ternak besar sapi di Kabupaten Belu, petugas pun seringkali menemui kendala salah satunya menyangkut ternak sapi yang tidak dikandangkan. Sistem pemeliharaan ternak sapi di Belu secara umum masih bersifat tradisional.

Pemilik Ternak seringkali melepas bebas berkeliaran mencari pakan di hutan dan tidak. Dikandangkan, hal ini menyebkan kendala, terdapat ternak piaraan seringkali tidak memperoleh suntikan vaksin.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Belu Yoos Djami membenarkan kondisi yang terjadi. Menjadi kendala program vaksinasi ternak di lapangan.

Ia mengatakan salah satu upaya memperlancar program vaksin ternak oleh petugas sudah menyampaikan pemberitahuan terlebih kepada pemilik ternak, agar saat program berjalan ternak-ternak piaraan yang ada jangan dulu dikeluarkan atau sudah dikandangkan.

“Kendala ternak ada yang tidak dikandang tidak peroleh vaksin. Kita atur minimal dua pekan petugas sudah menginformasikan kepada pemilik ternak agar ternak piaraan diikat untuk bisa divaksin,” kata Kadis Peternakan Yoos Djami.

Ia mengatakan pelaksanaan program vaksinasi ternak oleh petugas di lapangan dilakukan real time. Setiap ternak yang telah divaksin dibuatkan dokumentasi untuk kemudian secara online dilaporkan ke pusat.

Pentingnya dokumentasi pelaporan kata Yoos Djami guna sinkronisasi data jumlah populasi ternak yang ada di Belu agar tidak terjadi simpang siur data. Semisal data dikeluarkan Badan Pusat Statistik BPS Belu menyangkut populasi ternak di Belu berbeda Dinas Peternakan bisa menunjukkan data real time di lapangan. .

“Jumlah populasi itu tidak akan salah karena laporan kami online secara real time. Kalau misal tidak konek data dengan BPS data dari laporan ini yang kami keluarkan,” ucapnya.

Ia menyebut setiap tahun pengadaan vaksin ternak khusus bagi ternak besar sapi yakni sebanyak 120 ribu dosis. Dari jumlah dosis vaksin tersebut mengantisipasi Penyakit Mulut Kuku (PMK) sementara ini dilakukan dua kali vaksinasi dengan periode Januari-Maret dan Periode ke-II Juli-September.

“Bisa juga kita lakukan vaksinasi ternak hanya satu kali dengan catatan penularan penyakit ternak tidak ada, tetapi sekarang dua kali dikarenakan antisipasi PMK menular dari wilayah luar masuk ke Belu” ujarnya menambahkan.

Saat ini wilayah Propinsi Nusa Tenggara Timur-NTT masih kategori zona hijau bebas penularan Penyakit Mulut Kuku (PMK). Program vaksinasi ternak gencar dilakukan sebagai salah satu langkah antisipasi penyakit mulut kuku. Disamping itu Pemerintah Daerah juga mengeluarkan ketentuan aturan berupa pelarangan ternak besar sapi masuk dari daerah luar ke Belu-NTT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....