Petani Desa Leosama Peroleh Pendapatan Ekonomi Keluarga Budidaya Buah Naga
- 22 Agt 2026 07:27 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Budidaya buah naga menjadi salah satu sumber pendapatan tambahan bagi warga Dusun Korbau, Desa Leosama, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Meski dilakukan secara sederhana dan tidak dalam skala luas, pemanfaatan lahan pekarangan rumah untuk menanam buah naga mampu memberikan tambahan penghasilan hingga jutaan rupiah setiap tahun.
Salah seorang warga Dusun Korbau, Rofinus Mau Bere, merasakan langsung manfaat ekonomi dari budidaya buah naga. Ia hanya menanam satu pohon buah naga di depan pekarangan rumah, namun hasil panennya mampu memberikan pendapatan tambahan bagi keluarganya.
Kepada RRI.co.id, Rofinus mengatakan aktivitasnya sebagai petani tetap berjalan seperti biasa. Ia setiap hari bekerja di kebun, sementara pada waktu senggang dimanfaatkan untuk merawat tanaman buah naga yang tumbuh di pekarangan rumah.
Menurutnya, meski hanya memiliki satu pohon, buah yang dihasilkan cukup banyak dan memiliki nilai jual yang menguntungkan
“Hasil buah naga setiap tahun saya dapat Rp2 juta lebih. Ada satu buah sudah pas satu kilo, jadi kita untung,” kata Rofinus, Jumat, 21 Agustus 2026.
Rofinus mengatakan, pemasaran buah naga juga tidak menjadi kendala. Buah naga atau pitaya, yang merupakan tanaman dari kelompok kaktus, cukup diminati masyarakat dan mudah dipasarkan di wilayah Kota Atambua.
Sejumlah toko di Atambua bahkan menjadi pelanggan yang secara rutin membeli buah naga dari petani untuk kemudian dijual kembali kepada konsumen.
Harga jual buah naga mencapai sekitar Rp.50 ribu per kilogram. Menurut Rofinus, buah hasil panennya selalu habis terjual karena sudah memiliki pelanggan tetap.
“Untuk menjual gampang. Langganan di Toko Merlin, Toko Intan. Bawa berapa saja diborong habis. Dari satu pohon ini saja untung tiap tahun dapat sampai Rp2 juta lebih, bisa tambah-tambah pendapatan ekonomi keluarga,” ujarnya.
Budidaya buah naga yang dilakukan Rofinus menunjukkan bahwa lahan pekarangan rumah dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif. Tidak harus memiliki lahan kebun yang luas, tanaman buah naga dapat dikembangkan secara sederhana di sekitar rumah dengan perawatan yang relatif mudah.
Bagi warga pedesaan seperti Rofinus, pendapatan dari satu pohon buah naga memang belum menjadi sumber penghasilan utama. Namun, hasil tersebut cukup berarti untuk membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
Selain memiliki nilai ekonomi, buah naga juga dikenal memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi kesehatan. Buah ini mengandung serat, vitamin C, zat besi, magnesium, serta antioksidan.
Kandungan tersebut membuat buah naga banyak dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat. Serat di dalamnya dapat membantu menjaga kesehatan dan fungsi pencernaan, sementara vitamin C dan antioksidan berperan dalam mendukung daya tahan tubuh.
Buah naga juga mengandung zat besi yang dibutuhkan tubuh dalam pembentukan sel darah merah, serta magnesium yang berperan dalam berbagai fungsi tubuh.
Dengan permintaan pasar yang cukup baik dan harga jual yang menguntungkan, budidaya buah naga di pekarangan berpotensi menjadi salah satu pilihan usaha tambahan bagi masyarakat.
Pengalaman Rofinus membuktikan, lahan yang terbatas pun dapat menghasilkan nilai ekonomi apabila dikelola secara produktif. Satu pohon buah naga di depan rumahnya bukan hanya menghasilkan buah, tetapi juga menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarganya setiap tahun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....