Budaya Konsumtif Harap Bantuan Pemerintah Masyarakat Belu Terjerat Kemiskinan
- 22 Jul 2026 17:57 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Menjalani kehidupan secara instan tidak ingin bekerja keras masih menjadi problem kehidupan masyarakat Kabupaten Belu dewasa ini. Untuk memenuhi kebutuhan hidup setiap hari warga pun terkesan menunggu bantuan pemerintah.
Menjalani kehidupan secara instan tunggu bantuan pemerintah kondisi yang ada menyebabkan warga Kabupaten Belu terjerat dalam lingkaran kimiskinan. Hal ini disampaikan Tokoh adat suku Matanesi Kelurahan Umanen Kabupaten Belu Wendelinus Manek
Apa yang Ia katakan cukup mendasar banyak bantuan yang sudah diberikan pemerintah tetapi pada gilirannya tidak juga merubah kehidupan ke arah lebih baik.
Sejak zaman orde baru melalui berbagai program bantuan sebegitu banyak sudah diberikan ke masyarakat.
Perbantuan berupa benih bibit ternak hingga modal usaha. Dari kebanyakan bantuan tidak bisa berkembang malahan ada yang disalahgunakan.
Wendelinus Manek mengatakan masyaarakat Belu sulit berkembang secara ekonomi dikarenakan menjalankan kebiasaan konsumtif. Setiap bantuan yang ada dihabiskan tidak berpikir tentang bagaimana upaya untuk bisa berkembang biak. Akibatnya dari tahun ke tahun hidup tidak lebih baik.
”Bantuan banyak sejak zaman orde baru, tetapi hal paling menyedihkan adalah penggunaan untuk pengembaang biakan hamper tidak ada masyarakat tetap miskin dikarenakan pola hidup tidak diperbaiki," kata Wendelinus.
Ia mencontohkan pemberian bantuan ternak/baik ternak besar sapi kambing,ternak babi, ayam, sebenarnya bukan menjadi hal baru sudah dilakukan pemerintah dari tahun ke tahun.Hampir tidak terlihat hasilnya masyarakat tidak kunjung berubah derajat kehidupan secara ekonomi.
“Kalau pemerintah berdiri satu kaki dengan tokoh-tokoh adat melahirkan Kembali sangsi adat yang dari dulu nenek moyang terapkan mungkin bisa mengatasi,” ucapnya
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....