Lestarikan Warisan, Wujudkan Pangan Sehat

  • 25 Mei 2026 17:21 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - UMKM Tinung Rambu usaha berbasis sosial kemasyarakatan di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berfokus pada pengembangan kain tenun tradisional melalui pemberdayaan perempuan dan pelestarian budaya asli.Bisnis ini menggabungkan keindahan wastra Nusantara dengan misi sosial yang berdampak nyata bagi komunitas lokal.

“Bisnis ini berfokus melestarikan wastra Nusantara dan memberdayakan perempuan penenun,serta mendonasikan 10-30% keuntungan untuk operasional pendidikan anak usia dini (PAUD) dan program makan sehat di wilayah NTT,’’ ujar founder UMKM Tinung Rambu Dr.Eng.Stephanie Octorina Saing, S.T., M.T pada perbincangan rri.co.id, Minggu 24 Mei 2026.

UMKM Tinung Rambu Dalam menjalankan roda bisnisnya,memegang teguh nilai pemberdayaan Perempuan serta keadilan perempuan’’Mengangkat potensi ekonomi para mama penenun di daerah pelosok NTT juga memastikan para pengrajin mendapatkan upah yang adil dan layak,’’ ucap Stephanie.

Selain itu UMKM Tinung Rambu,kata Stephanie adalah usaha sosial berbasis wastra,memberdayakan pengrajin wanita di berbagai wilayah di NTT. "Memberdayakan pengrajin wanita seperti diwilayah Sumba,Timor,Rote dan Flores dengan nilai kepedulian tinggi terhadap lingkungan, pelestarian budaya, dan kualitas, sejalan dengan visi utama,’’ ucapnya.

Menurut Dr.Stephanie yang juga sebagai ahli geologi dan konsultan pertambangan Indonesia,dampak Sosial dan Pemberdayaan Komunitas Rambu tidak hanya sekadar menjual kain, melainkan menginvestasikan kembali keuntungan mereka untuk kesejahteraan masyarakat.

’’Membina lebih dari 50 keluarga penenun di wilayah NTT serta menyisihkan hasil penjualan untuk membiayai program pendidikan anak usia dini (PAUD) yang saat ini tersebar di 6 sekolah di Pulau Sumba, Timor, dan Rote,’’ kata Stephanie.

Gerakan sosial melalui program makan sehat bersama melalui UMKM Tinung Rambu, tutur Dr. Stephanie, berfokus pada pemenuhan gizi anak usia dini guna menekan angka stunting secara berkelanjutan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). "Gerakan ini memadukan bisnis tenun berkelanjutan dengan misi kemanusiaan langsung di akar rumput," tutur Dr.Stephanie.

Koleksi wastra Nusantara ini juga memadukan warisan budaya dengan fesyen modern dengan berbagai produk premium. ‘’Beberapa koleksi andalan meliputi kain lilit, selendang, produk dekorasi rumah, hingga busana siap pakai bermotif premium seperti Pahikung Sumba Timur, Witikau, Pakambuli, hingga Tenun Buna Mandeu Kabupaten Belu,’’ ujarnya.

Berkat kualitas dan konsistensinya,Tinung Rambu sukses terpilih sebagai salah satu UMKM binaan Bank Indonesia yang tampil di ajang nasional bergengsi seperti Karya Kreatif Indonesia (KKI), serta platform e-commerce pemerintah seperti PaDi UMKM.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....