Kopi Leworook Flores Timur, Perjuangan Kearifan Lokal Menembus Pasar Nasional

  • 21 Jul 2026 17:20 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua — Kopi Leworook Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi bukti nyata bagaimana kearifan lokal dan semangat pantang menyerah mampu mengubah komoditas pertanian tradisional menjadi roda penggerak ekonomi masyarakat.

Yoseph Lawe Oyan, S.S, Founder UMKM Kopi Leworook, kepada rri.co.id, Senin 20 Juli 2026, mengatakan meskipun telah lama ditanam, Kopi Leworook awalnya hanya dikonsumsi sendiri atau dijual dalam bentuk biji mentah dengan harga yang sangat tidak menentu. Melihat hal ini, ia tergerak untuk mengubah nasib petani kopi.

Lebih dari sekadar minuman, secangkir Kopi Leworook menyimpan sejarah panjang perjuangan leluhur dan kisah sukses yang telah memodernisasi produk tanpa menghilangkan cita rasa asli.

"Sejak tahun 2015, mulai merintis pengolahan kopi bubuk dalam kemasan. Perjalanan ini tidaklah mudah, kopi bubuk pernah tidak laku dan terpaksa dibagikan gratis kepada tetangga. Namun, berkat ketekunan dan pinjaman modal usaha, kami berhasil memperbaiki kualitas pengolahan dan kemasan produknya," ucapnya.

Yoseph dan kelompok taninya berhasil memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Dengan mengolah dan mengemas kopi sendiri secara modern, nilai jual kopi lokal meningkat tajam.

"Saat ini, Kopi Leworook telah menembus pasar ritel modern dan kedai-kedai kopi di Kota Larantuka, bahkan dikenal di kancah nasional," ujar Yoseph.

Kopi Leworook mayoritas merupakan jenis robusta. Tanaman yang menurutnya, tumbuh subur di ketinggian sekitar 900 mdpl di kaki Gunung Leraboleng.

"Kopi ini memiliki karakteristik aroma yang kuat dan rasa yang otentik khas dataran tinggi Flores, menjadikannya favorit di kalangan pencinta kopi," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....