WVI: 60 Persen UMKM Indonesia Dikelola Perempuan
- 20 Jun 2026 13:30 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua – Secara nasional, data menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran dominan dalam sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia saat ini. Sekitar 60 persen dari total pelaku UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan dari berbagai latar belakang usaha.
Karenanya Pemberdayaan ekonomi perempuan saat ini menjadi isu penting karena perempuan merupakan inti dari sebuah keluarga dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Hal tersebut disampaikan Fransisca Novita, Resilience Manager Wahana Visi Indonesia kepada rri.co.id Jumat 19 Juni 2026.
Dominasi tersebut menunjukkan bahwa perempuan memiliki kontribusi besar dalam menggerakkan ekonomi lokal hingga nasional melalui aktivitas usaha produktif yang mereka jalankan. “Sampai saat ini sekitar 60 persen dari total UMKM itu dikelola oleh perempuan, jadi cukup besar kontribusinya,” ucap dia.
Selain itu, karakter perempuan dalam mengelola pendapatan juga menjadi faktor penting dalam pembangunan keluarga yang lebih berkualitas dan berkelanjutan. Pendapatan yang diperoleh perempuan cenderung dialokasikan untuk kebutuhan pendidikan anak, kesehatan keluarga, serta pemenuhan nutrisi yang lebih baik.
Novita menjelaskan bahwa peran perempuan dalam keluarga, menjadi pola yang sangat menentukan arah kesejahteraan rumah tangga, terutama dalam pengelolaan ekonomi dan kebutuhan dasar sehari-hari. “Perempuan ini kan inti dari sebuah keluarga, sehingga ketika mereka berdaya secara ekonomi dampaknya langsung terasa dalam keluarga.”

Lanjut Novita, pola tersebut memperlihatkan bahwa peningkatan ekonomi perempuan akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam keluarga. “Kalau perempuan punya pendapatan, sebagian besar akan diinvestasikan untuk keluarga, seperti pendidikan, kesehatan, dan nutrisi.”
Memasuki era digital saat ini, terjadi perubahan signifikan dalam pola kerja yang memungkinkan perempuan tetap produktif tanpa harus meninggalkan rumah. Perempuan kini dapat menjalankan berbagai usaha dari rumah dengan memanfaatkan teknologi digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Menurutnya, kehadiran platform digital dan peningkatan jaringan internet yang disediakan pemerintah turut membuka peluang besar bagi perempuan untuk berkembang secara ekonomi. Mereka dapat menjual produk tidak hanya di wilayah sekitar, tetapi juga hingga menjangkau konsumen di daerah yang lebih jauh.
E-commerce juga memberikan kemudahan bagi perempuan karena fleksibilitas waktu serta banyaknya pilihan platform yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha. “Sekarang e-commerce itu banyak pilihannya, fleksibel dan akses pasarnya sangat luas sehingga memudahkan perempuan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa modal usaha dalam ekosistem digital relatif kecil bahkan tanpa harus memiliki toko fisik atau stok barang sendiri sejak awal. Perempuan dapat memulai sebagai reseller atau dropshipper dengan menjual produk milik orang lain tanpa risiko besar dalam produksi.
Hal tersebut membuka peluang luas bagi perempuan untuk menjadi wirausaha dan meningkatkan pendapatan keluarga secara mandiri melalui pemanfaatan teknologi digital yang tersedia. “Tidak perlu punya barang pun bisa, mereka bisa jadi dropshipper atau reseller dan tetap menjadi entrepreneur,” ujarnya melalui sambungan telpon.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....