Kisah Estafet Usaha Roti Manis Haliwen

  • 17 Mei 2026 23:46 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Usaha Roti Manis Haliwen di Atambua merupakan warisan berharga yang dimulai oleh ibu mertua Haswita. Bisnis keluarga ini telah dirintis sejak tahun 2015 sebelum akhirnya diteruskan generasi berikutnya.

Pada tahun 2024, Wita, sapaannya, bersama suaminya memutuskan pulang dari Bogor untuk melanjutkan tongkat estafet tersebut. Mereka memilih tidak melanjutkan pekerjaan sebelumnya sebagai pegawai demi menghidupkan kembali usaha roti yang sempat dikelola sang ibu.

Keputusan banting setir ini diambil karena sang suami memang memiliki minat besar di bidang kuliner roti. Kini, usaha yang berlokasi di Dusun Haliwen ini telah mengantongi izin resmi serta sertifikat halal.

"Usaha itu sudah lama, sebagai usaha keluarga, kebetulan suami memang senang di bidang roti," kata Wita kepada rri.co.id, Senin 18 Mei 2026. "Ketika di Bogor suami sempat bikin roti terus saya sudah selesai kontrak kerjanya, tidak melanjutkan lagi."

Roti Manis Haliwen dalam proses pembuatan. (Foto: Instagram @syawaludin.djakaria)

Demi meningkatkan produktivitas, mereka menginvestasikan uang pesangon untuk membeli mesin pengaduk adonan yang lebih modern. Sebelumnya, ibu mertua memproduksi roti ini secara manual dengan membutuhkan tenaga fisik sangat besar setiap harinya.

"Mama mertua buatnya pakai tangan, manual banting rotinya pakai tangan," katanya. "Karena kami waktu itu dapat uang pesangon, jadi kami beli mesin untuk adonan roti."

Proses produksi dimulai setiap siang hari dan memakan waktu sekitar sepuluh jam hingga siap dipasarkan. Wita dan suami harus rela kurang tidur agar roti tetap segar saat dijual subuh.

Hasilnya kini mulai terlihat dengan omzet yang stabil dan mampu melunasi pinjaman modal usaha tepat waktu. Mereka juga berhasil menambah aset berupa kendaraan mobilisasi dan etalase baru untuk menunjang penjualan harian.

Poster Roti Manis Haliwen di media sosial. (Foto: Instagram @syawaludin.djakaria)

Bagi Wita, usahanya ini membuktikan bahwa dedikasi pada usaha keluarga bisa membuahkan hasil manis jika dikelola dengan serius. Ia pun berharap suatu saat mereka bisa memiliki bangunan rumah produksi sendiri di lahan milik keluarga.

Roti Manis Haliwen milik Wita dipasarkan pagi hari di Pasar Baru Atambua. Selain itu, bisa dipesan juga melalui kontak pribadi atau sosial media dengan sistem pesan antar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....