Penenun Muda Atambua Lestarikan Budaya lewat Desain Tenun Modern
- 13 Mei 2026 21:44 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua – Menenun kini tidak lagi hanya dipandang sebagai pekerjaan tradisional masyarakat daerah. Aktivitas tersebut juga mulai diminati oleh anak muda sebagai bentuk pelestarian budaya.
Ermina De Valentine Asa, atau yang akrab disapa Lenthy, membagikan pengalamannya sebagai seorang penenun muda. Kepada RRI, Rabu, 6 Mei 2026, mahasiswa Universitas Terbuka tersebut mengaku sudah tertarik menenun sejak kecil.
Menurut Lenthy, kegiatan menenun sudah dekat dengan kehidupannya sejak lama. “Sejak kecil saya sudah terbiasa melihat orang menenun,” katanya.
| Baca juga: Jualan Kain Tenun, Biayai Pendidikan Anak |
Ia mengatakan, menenun bukan sekadar pekerjaan untuk menghasilkan kain semata. Baginya, menenun merupakan bagian dari budaya dan identitas daerah.
“Menenun juga memberi rasa bangga karena bisa menghasilkan karya sendiri,” ujarnya. Selain bernilai seni, hasil tenun juga dianggap memiliki nilai budaya yang tinggi.
Lenthy menjelaskan bahwa proses menenun mengajarkan kesabaran dan ketekunan dalam bekerja. Setiap motif dan pola membutuhkan waktu serta ketelitian yang tinggi saat dikerjakan.
| Baca juga: Lestarikan Warisan, Wujudkan Pangan Sehat |
Ia menilai menenun tetap bisa sejalan dengan gaya hidup anak muda masa kini. Salah satunya dengan mengikuti perkembangan tren dan desain modern.
“Kita bisa pakai warna yang sedang tren dan membuat model yang lebih modern,” katanya. Kain tenun juga dapat diolah menjadi produk siap pakai seperti tas, pakaian, dan aksesori kekinian.
Ia berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik untuk mempelajari budaya menenun. Dengan begitu, tradisi daerah akan tetap terjaga dengan baik di tengah perkembangan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....