UMKM Kopi Leworook, Modernisasi tanpa Hilangkan Rasa Asli

  • 09 Mei 2026 16:23 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - UMKM Kopi Leworook yang digaungi oleh Yosef Lawe Oyan,S.S sejak tahun 2015, adalah contoh sukses modernisasi produk lokal tanpa menghilangkan cita rasa asli.

Berbasis di Desa Leraboleng Kabupaten Flores Timur-NTT,Yosef berjuang menaikkan pamor kopi robusta lokal yang sebelumnya dihargai rendah oleh pasar.

Yosef menekankan modernisasi tanpa menghilangkan rasa asli serta mencari keseimbangan antara teknologi dan pengolahan tradisional, merupakan bentuk pengelolaan perubahan yang bijak.

‘’Intinya modernisasi di sini hanya menyentuh aspek kemasan dan efisiensi, sementara jiwa dari produk tersebut yakni metode sangrai tradisional tetap dijaga agar cita rasa autentiknya tidak berubah,’’ujarnya pada perbincangan rri.co.id, Kamis 7 Mei 2026.

Proses teknik tradisional seperti pemanfaatan dengan kayu bakar,menurutnya,memberikan aroma kopi yang unik,sedangkan sortasi ketat memastikan kualitas biji premium,menciptakan kopi yang jauh lebih sehat dan lezat dibandingkan kopi sachet konvensional

‘’Penggunaan kayu bakar khusus dengan kadar kambium tinggi diyakini memberikan aroma dan rasa yang khas dan tidak bisa didapatkan dari mesin modern,sehingga seleksi biji kopi yang lebih ketat,memastikan hanya biji kualitas terbaik yang diproses,meningkatkan mutu dari sekadar kopi sachet tradisional,’’ ujar Yosef.

Pemanfaatan pasar digital bagi UMKM Kopi Leworook juga menawarkan solusi strategis untuk mengatasi batasan geografis,meningkatkan visibilitas produk dan memperluas jangkauan pasar hingga ke luar daerah.

’’Melalui platform digital,UMKM kopi leworook dapat merambah pasar yang lebih luas dan meningkatkan produktivitas serta efisiensi operasional kini dikenal di luar Flores Timur, seperti di Jakarta, Surabaya, Semarang, dan Bandung,’’ katanya. Dampak ekonomi bagi petani dari upaya yang dilakukan berhasil meningkatkan nilai ekonomi kopi lokal secara signifikan.

‘’Melalui kelompok usaha yang dibentuk,pendapatan petani meningkat dari sekitar Rp 4 juta per hektar menjadi Rp 30 juta per hektar,’’ucapnya. Kopi Leworook kini menjadi ikon produk UMKM andalan Kabupaten Flores Timur yang menonjolkan identitas lokal.

‘’Dengan merintis usaha produk kopi asli, kami berhasil mengubah pandangan masyarakat akan potensi kopi robusta lokal melalui sentuhan modernisasi yang menghormati tradisi,’’ tutur Yosef.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....