Pariwisata Perbatasan Belu Dinilai Jadi Kunci Penguatan UMKM Lokal
- 15 Apr 2026 10:27 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Pengembangan sektor pariwisata dinilai menjadi salah satu kunci utama dalam mengoptimalkan pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah perbatasan, khususnya di Kabupaten Belu. Pelaku UMKM setempat menilai bahwa potensi wisata yang ada belum dimanfaatkan secara maksimal untuk mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
Hal itu disampaikan Pengamat Kebijakkan Publik, Pendidikan,Politik, Sosial-Budaya, Tokoh Pemuda dan Pelaku Usaha Kecil Yohanes B. Ngga'A Rua, S.Fil. menurutnya pariwisata yang perlu dikembangkan tidak hanya terbatas pada wisata umum, tetapi juga wisata rohani.
"Momentum ziarah keagamaan yang meningkat pada tahun 2025 hingga 2026 menjadi peluang besar. Salah satu yang menonjol adalah adanya kunjungan umat yang melakukan perjalanan spiritual ke berbagai titik di wilayah perbatasan", kata Brekmans sapaan akrabnya kepada rri.co.id, selasa 14 april 2026.
Salah satu destinasi yang disebut memiliki potensi besar adalah Teluk Gurita yang dikenal sebagai lokasi wisata rohani. Ia menilai, pengunjung tidak cukup hanya datang dan melihat, tetapi perlu didorong untuk tinggal lebih lama, menikmati suasana, dan membelanjakan uangnya di UMKM lokal yang ada.
Brekmans juga menyoroti pentingnya optimalisasi arus transportasi di kawasan perbatasan, termasuk di Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Menurutnya, UMKM dapat mengambil peran menyediakan jasa transportasi bagi wisatawan maupun warga dari Timor Leste yang masuk ke wilayah Indonesia.
"Selain pariwisata, sektor jasa seperti laundry, kuliner, dan transportasi juga dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Pelaku UMKM mendorong adanya kerja sama antara pelaku usaha lokal dengan pemerintah serta pihak terkait di kawasan perbatasan," ujarnya.
Keuntungan dari sektor ini dinilai cukup signifikan, mengingat perbedaan nilai mata uang antara dolar dan rupiah yang mendorong wisatawan untuk berbelanja di wilayah perbatasan. Bahkan, fenomena belanja wisatawan di pusat perbelanjaan lokal menunjukkan tingginya potensi ekonomi yang bisa dimanfaatkan.
Dalam hal pemasaran, pelaku usaha mulai memanfaatkan digitalisasi melalui grup WhatsApp dan Facebook untuk mengelola pelanggan. Dengan sekitar 60 pelanggan, sistem distribusi dilakukan secara terjadwal agar permintaan tetap stabil. Ia menilai bahwa lingkungan UMKM di wilayah seperti Kabupaten Belu, Timor Tengah Utara, Kabupaten Malaka, dan Kabupaten Alor sudah cukup kondusif, sehingga masyarakat diharapkan mampu menciptakan peluang usaha secara mandiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....