Jajanan Lokal Menggerakan Ekonomi NTT

  • 31 Mar 2026 17:08 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID,Atambua-Jajanan lokal sepe ti oleh-oleh Ibu Soekiran di Kota Kupang-NTT ikut menggerakkan ekonomi lokal melalui UMKM dan menggunakan bahan baku asli daerah.

"Usaha turun-temurun ini mempertahankan resep otentik, meningkatkan perekonomian keluarga, serta menjadi identitas kuliner yang unik," kata Direktur CV Ibu Soekiran, Agus Rahardjo kepada rri.co.id, Senin 30 Maret 2026.

Jajanan khas Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dikelola secara turun-temurun seperti pusat oleh-oleh Ibu Soekiran di Kupang,menurut Agus, memiliki peran krusial bagi daerah karena tidak hanya berfungsi sebagai kuliner, tetapi juga sebagai pilar ekonomi.

"Hal ini sangat penting karena mencerminkan identitas budaya, menjaga tradisi resep asli dari nenek moyang, dan menjadi ikon oleh-oleh khas yang memperkuat ekonomi masyarakat lokal di NTT," ucapnya.

Usaha keluarga seperti ibu soekiran di NTT, contohnya olahan daging sapi serta jenis produk lainnya dapat memberikan dampak ekonomi positif yang signifikan, yaitu terpenuhinya kebutuhan ekonomi keluarga, meningkatkan pendapatan rumah tangga.

"Manfaat dari usaha ini juga menjadi sumber penghasilan tambahan yang fleksibel di sela-sela aktivitas rumah tangga, membuka lapangan kerja lokal dan dapat menggerakkan rantai pasok bahan baku dari petani NTT," ujar Agus.

Keunggulan utama produk usaha Ibu Soekiran yang diusahakan turun-temurun sejak tahun 1961 adalah rasa otentik yang khas dari NTT karena komposisi bumbu, bahan, dan cara pengolahan tradisional. Produk sei mereka juga terkenal halal dan tahan lama.

"Produk memiliki rasa yang khas, kualitas terjaga karena keahlian yang diwariskan, dan nilai otentik yang tidak didapatkan dari produk industri massal,’’ tuturnya.

Jajanan Ibu Soekiran bukan sekadar makanan, melainkan wujud pelestarian pangan lokal yang diwariskan antargenerasi agar tidak hilang ditelan zaman.

"Dengan menyajikan makanan tradisional dengan kualitas tinggi,berupaya memastikan cita rasa asli dan pangan lokal NTT tetap dikenal oleh generasi muda dan tetap berdampak pada pendapatan nilai ekonomi bagi masyarakat," kata Agus .

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....