Kadis Peternakan Belu Penjualan Ternak Awas Terjerat Praktek Calo

  • 15 Sep 2026 19:47 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Belu Yoos Djami mewanti-wanti warga peternak agar tidak sampai terjerat praktek percaloan jual beli ternak.

Ia mengingatkan setiap pemilik ternak khusus ternak besar sapi maupun kerbau untuk tidak secara sembarang menjual.

Ia mengungkapkan ternak yang sudah dipelihara sekian tahun merupakan sebuah mata pencaharian, harus bisa memberi dampak pendapatan ekonomi buat keluarga. Bukan sebaliknya menjadi lahan oleh para calo bermain ikut untung melakukan transaksi jual beli ternak.

Ia menjelaskan praktek jual beli ternak di Belu sudah menjadi lazim biasanya masyarakat umum juga oleh para calo ikut bermain harga. Untuk mendapat untung biasanya mencari ternak ke desa-desa kemudian melakukan transaksi jual beli, penawaran harga relatif lebih murah.

Praktek jual beli ternak yang dijalankan ini sangat merugikan peternak.

"Kami selalu komunikasi dengan mereka yang mau beli ternak jangan menawar terlalu rendah juga kasian masyarakat itu mata pencaharian. Harus saling menguntungkan peternak dengan perusahaan," kata Kadis Peternakan Belu Selasa 15 September 2026.

Ia mengungkapkan seringkali diperhadapkan kesulitan uang dan tuntutan kebutuhan menjual tidak dengan perhitungan untung rugi, kondisi yang ada biasanya dimanfaatkan para calo.

Untuk itu Ia sarankan jangan keburu menjual, ternak yang ada kembali di pelihara. Ketimbang dijual ke para calo ada baiknya diantar untuk dijual ke perusahaan pengumpul.

Ternak yang hendak dijual sudah melewati pemeriksaan kesehatan kemudian naik timbangan.

Setelah ditimbang pembeli dan penjual bisa mengetahui seberapa berat bobot ternak, dikalikan harga beli, peternak pun tidak sampai dirugikan, harga sudah sesuai ketentuan.

"Masyarakat harus jeli jangan sampai yang datang calo misalnya harga belasan juta ditawar 8 juta yang untung calo masyarakat yang rugi," ucapnya.

Untuk saat ini takaran bobot sapi yang ditimbang di atas 270 Kg di beli perusahaan pengumpul di Belu per kilo Rp.35 ribu. Rata-rata sapi jangan penggemukan sudah dinilai harga jual berkisar Rp.10 juta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....