Teknologi IB di Belu Terkendala Hal Ini
- 07 Apr 2026 13:43 WIB
- Atambua
KBRN, Atambua: Pemanfaatan teknologi inseminasi buatan (IB) di Kabupaten Belu terus mengalami perkembangan, meskipun masih menghadapi sejumlah kendala di tingkat peternak, seperti sistem pemeliharaan dan minimnya pengawasan.
Kepada rri.co.id, Selasa 7 April 2026 Matheos D.Taklal, Kepala Bidang Perbibitan dan Produksi Dinas Peternakan kabupaten Belu mengungkapkan bahwa sebagian besar masyarakat sebenarnya sudah memahami manfaat IB, namun penerapannya belum optimal karena pola pemeliharaan ternak yang masih semi-intensif.
“Secara umum masyarakat sudah tahu tentang IB dan manfaatnya, tetapi karena ternak dilepas pada pagi hari dan baru dikandangkan sore hari, sering terjadi kawin sedarah,” ujarnya.
Matheos D.Taklal menyebut Data tahun 2024 menunjukkan sebanyak 162 akseptor telah mengikuti program IB. Namun, pada tahun 2025 jumlah kelahiran yang dihasilkan baru mencapai 67 ekor karena IB yang dilakukan ada yang gagal.
“Kegagalan ini bukan sepenuhnya kesalahan petugas atau peternak, tetapi sering terjadi karena keterlambatan mendeteksi birahi serta kendala jarak antara petugas dan lokasi ternak,” tuturnya.
Lanjutnya, untuk mengatasi kegagalan tersebut, pemerintah memperkenalkan program “rumah singgah” sebagai tempat penampungan sementara bagi ternak yang akan diinseminasi. Di lokasi tersebut, ternak akan diperiksa terlebih dahulu untuk memastikan kondisi kesehatan dan status kebuntingannya sebelum dilakukan IB.
Melalui program ini, pemerintah berharap proses IB dapat berjalan lebih optimal, sekaligus mendorong peternak untuk lebih aktif dalam memantau kondisi ternaknya guna meningkatkan keberhasilan program.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....