Investasi Garam di TTU akan Berjalan 30 Tahun dan Nilai Investasi Rp 2 Triliun

  • 17 Jun 2026 07:06 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu - Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara dan PT Blue Steel Industries telah melakukan peninjauan lahan garam di wilayah Pantura dan menyepakati investasi senilai Rp 2 triliun untuk pengembangan tambak garam modern dan pabrik pengolahan seluas 1.000 hektar. Kerja sama strategis ini memiliki jangka waktu konsesi atau operasional selama 30 tahun. Hal ini disampaikan oleh Bupati TTU Yosep Falentinus Dellasale Kebo, saat diwawancarai awak media di Aula Suverdi Noemeto pada Selasa 16 Juni 2026.

Menurut Bupati Falent bahwa, pihaknya terus mencari dan mengamankan investasi di wilayah TTU dengan tujuan penciptaan lapangan kerja dan menghidupkan ekonomi daerah ini. Sehingga investor yang digandeng adalah PT PT Blue Steel Industries yang memiliki keunggulan di bidang garam", ujar mantan TNI ini.

Dalam kesepakatan investasi ini Pemkab TTU menyediakan lahan bagi investor dimaksud dan lahan seluas 1.000 hektar. Lahan garam tersebut dipusatkan di wilayah pesisir utara TTU, mencakup Desa Oepuah Utara (Kecamatan Biboki Moenleu), Desa Oesoko (Kecamatan Insana Utara), serta Desa Tuamese (Kecamatan Biboki Anleu).

"Selaku Bupati TTU, saya telah terlibat dalam sosialisasi bersama masyarakat di wilayah pantai utara sebagai pemilik lahan garam dan Direktur PT Blue Steel Industris yakni Beny Lau. Setelah selesai sosialisasi kita berharap supaya bulan Juli 2026 perusahaan tersebut sudah mulai berproses untuk pembangunan tambak garam", kata Pendiri Ormas Beta Timor ini.

Bupati Falent menyebut bahwa, urusan bersama para pemilik lahan garam sudah selesai semua. Karena hasil sosialisasi sangat baik dan semua pemilik lahan merespon serta menyetujui penggunaan lahan mereka untuk produksi garam dengan bergai syarat yang telah disepakati bersama investor.

Dalam sosialisasi itu, disepakati bahwa pajak dari para pemilik lahan garam akan dibayar oleh investor. Para pekerja juga akan memprioritaskan putra-putri terbaik dari TTU yang harus direkrut oleh PT Blue Steel Industris sesuai spesifikasi yang dibutuhkan.

"Dari hasil investasi garam itu, Pemkab TTU akan mendapat CSR sehingga perusahaan itu akan membangun stadion mini bagi daerah ini. Selain itu, kita juga minta supaya anak-anak pemilik lahan garam juga harus dikuliahkan ke perguruan tinggi sesuai yang diinginkan. Sedangkan orangtua setiap pemilik lahan garam akan mendapat keuntungan sebesar 8 persen dari total keuntungan sesuai besaran lahan yang dimiliki masyarakat", kata Bupati Falent.

Ia juga meminta seluruh masyarakat terutama di Pantura supaya mendukung investasi garam tersebut, untuk kemajuan TTU. Karena investasi garam ini memiliki efek domino yang besar, dimana UMKM akan hidup, kesejahteraan masyarakat akan meningkat dan PAD bagi daerah ini tentunya besar. Sebab nilai investasinya mencapai Rp 2 triliun dan kerjasama ini akan berjalan selama 30 tahun ke depan baru bisa diperpanjang", kata Bupati Falent (SK).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....