Tantangan Utama Pelaku Industri Kreatif di NTT

  • 30 Jan 2026 06:40 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua-Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Siprianus G. Tefa, SE, MSi, CRP, menyebut tantangan utama yang dihadapi pelaku industri kreatif muda di Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah terkait dengan keberlanjutan industri kreatif itu sendiri.

Menurut Siprianus, tidak sedikit produk kreatif yang sempat viral dan diminati pasar, namun hanya bertahan dalam waktu singkat. Setelah dua hingga tiga tahun, produk, barang maupun jasa yang dihasilkan justru sudah tidak lagi ditemukan di pasar.

“Banyak karya atau produk kreatif yang muncul dan sempat populer, tetapi tidak mampu bertahan lama. Ini menjadi salah satu tantangan besar, yakni bagaimana memastikan keberlanjutan dari produk, barang, maupun jasa yang dihasilkan dari kreativitas anak-anak muda,” katanya kepada RRI Atambua, beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, selain persoalan keberlanjutan, pelaku industri kreatif juga masih menghadapi berbagai kendala klasik seperti keterbatasan pembiayaan, promosi, serta penetrasi atau akses ke pasar.

Namun demikian, ia menekankan bahwa aspek keberlanjutan tidak boleh disepelekan, karena menjadi kunci utama agar industri kreatif dapat berkembang secara konsisten dan memberikan dampak ekonomi jangka panjang.

“Masalah pembiayaan, promosi, dan akses pasar memang umum terjadi, tetapi yang paling penting adalah bagaimana pelaku mampu menjaga keberlangsungan produknya, sehingga tidak hanya muncul sesaat lalu menghilang,” ujarnya.

Ia berharap, ke depan pelaku industri kreatif muda di NTT dapat lebih memperhatikan kualitas produk, inovasi berkelanjutan, serta strategi bisnis yang matang agar mampu bertahan dan bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....