Strategi Mengemas Kopi Robusta Lamaole Menembus Pasar Modern.
- 06 Jun 2026 16:53 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Pemasaran memang menjadi tantangan utama dari produk kopi robusta lokal Solor lamaole Kabupaten Flores Timur-NTT. Begitu informasi disampaikan Eduard Sogen pengelolah kedai rumah kopi Hanasta kepada rri.co.id, Jumat 5 Juni 2026.
Eduard yang juga Founder Taman Baca Masyarakat (TBM) Hanasta ini mengaku pihaknya selama ini konsisten terhadap strategi pemasaran kopi secara modern. "Kami terus menyuarakan pentingnya memperluas akses pasar bagi komoditas tanaman lokal ini."
Giat dilakukan melalui gerakan pemberdayaan secara terintegrasi, dengan visi literasi membaca dan pengembangan potensi ekonomi lokal. "Khususnya agro wisata kopi diharapkan dapat menembus pasar secara luas," ujarnya.
"Pemasaran yang efektif tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus diintegrasikan dengan narasi literasi dan pengembangan agrowisata. Agar komoditas lokal ini memiliki nilai tambah dan daya tarik pasar yang lebih luas,"ucapnya.
Lanjut Edo karib disapa, terdapat beberapa faktor utama yang melatarbelakangi mengapa pemasaran menjadi kendala terbesar bagi Kopi Solor Lamaole:
1.Keterbatasan akses pasar, letak geografis pulau solor yang menyulitkan distribusi produk
2.Minimnya visibilitas brand, kopi Robusta memiliki cita rasa yang khas,namun belum dikenal luas
3.Kemasan dan standardisasi, produk lokal sering kali terkendala pada pengemasan yang belum memenuhi standar pasar modern atau ritel besar.
Untuk memecahkan kebuntuan pasar tersebut, Eduard Sogen menerapkan pendekatan kreatif dengan menyinergikan edukasi dan bisnis:
-Menjadikan rumah hanasta sebuah kedai kopi sebagai wadah berkumpul, membaca sekaligus tempat mencicipi langsung kopi robusta lamaole.
-Aktif mengenalkan produk dalam ajang ekonomi kreatif seperti festival mini titik kumpul, guna menjaring pelanggan dan meningkatkan omzet.
-Menggunakan platfrom media sosial untuk mempromosikan keunikan rasa kopi lokal serta mengedukasi masyarakat mengenai potensi wilayah.
-Menggagas konsep wisata kopi terintegrasi agar penikmat kopi tertarik datang, sehingga menciptakan ekosistem pasar yang berkelanjutan.
Upaya integrasi ini membuktikan bahwa komunitas literasi mampu mengambil peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi. Sekaligus solusi nyata dalam memotong jalur pemasaran komoditas daerah.
"Ketika kebutuhan ekonomi masyarakat terpenuhi melalui komoditas daerah yang dikelola dengan cerdas, minat dan dukungan terhadap literasi dengan sendirinya akan meningkat," ucap Edo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....