Cuaca Ekstrem Jualan Sayur Pasar Atambua Sepi Pembeli
- 21 Jan 2026 20:05 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Pedagang sayur di lokasi pasar baru Atambua mengeluhkan sayur jualan kurang laku terjual di saat musim penghujan.
Turun hujan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah Belu dalam dua hari terakhir, berdampak pula terhadap jualan di pasar. Termasuk dagangan sayur sebegitu sepi pembeli.
Salah satu pedagang asal Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Yasinta Bana tidak bisa berbuat banyak sayuran dijual di depan emperan tokoh pasar baru Atambua terbilang sepi pembeli.
Lantaran kondisi cuaca ekstrim hujan berkepanjangan disertai tiupan angin kencang melanda Belu sejak Selasa sore 20 Januari hingga Rabu 21 Januari 2026. Warga lebih memilih berdiam diri di rumah atau disibukan ke tempat kerja, tidak banyak warga melakukan aktifitas berbelanja ke pasar. Hal ini pun berdampak terhadap jualan di pasar tidak begitu laku terjual.
"Ujan dari kemarin jadi tidak banyak orang belanja, sayur tidak laku," kata Yasinta.
Sayuran seperti selada air, kentang, wortel dan labu jepang selain pasokan lokal Atambua, kebanyakan di datangkan dari Kabupaten TTU.
"Dari Kefa biasa jual ke Atambua juga, kadang langsung diborong ada juga jual sendiri. Musim begini kentang, wortel selasa air, alpokat," ucapnya.
Para pedagang sebelum menjual ke pasar sudah harus mengeluarkan biaya transport belum lagi biaya makan minum.
Diperhadapkan kondisi cuaca ekstrem hujan berkepanjangan tidak banyak pembeli, sulit memperoleh pendapatan bahkan bisa merugi.
"Ini paling tetap jualan biar dapat ongkos pulang, ujan sepi pembeli, mau bagaimana kondisi alam," ujarnya.
Terdapat beberapa jenis sayuran seperti wortel, kentang, sayuran labu, tahan simpan, namun tidak untuk selada air palingan satu dua hari, selebihnya rusak dibuang.
Warga pedagang punya solusi agar tidak lebih merugi dikarenakan tidak laku terjual, sayuran selada air bisa dibawah pulang untuk kemudian di tanam Kembali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....