Harga Bawang di Belu Melambung Tinggi
- 12 Feb 2026 20:43 WIB
- Atambua
RR.CO.ID, Atambua - Sepekan menjelang bulan suci ramadhan harga sejumlah bahan pokok di Kabupaten Belu cendrung normal. Belum terjadi kenaikan harga secara signifikan untuk komoditi seperti pokok beras, telur ayam, minyak goreng harga masih relatif normal.
Kendati demikian berbeda dengan harga bawang putih dan merah yang mengalami peningkatan harga secara signifikan. Kenaikan ini dirasakan pedagang dan konsume yang mengaku kesulitan mendapatkan stok bawang dengan harga yang terjangkau.
Salah satu pedagang Herman menyampaikan harga untuk harga bawang putih semula berada di Rp40.000 rupiah bergerak naik menjadi Rp50.000 rupiah, sementara bawang merah di harga Rp35.000 rupiah merangkak naik menjadi Rp40.000 rupiah.
“,Untuk sementara harga bawang memang sedang naik kita kendala stok imbasnya harga bawang melambung tinggi,” ucap Herman kepada rri.co.id Kamis 12 Februari 2026.
Menurutnya kenaikan harga ini dipicu oleh cuaca dengan intensitas hujan tinggi yang berimbas pada bawang pasca panen yang tidak sempat dijemur sehingga sebagian menjadi busuk. Selain faktor kerusakan juga minimnya stok bawang namun permintaan akan bawang meningkat secara sinifikan di pasar.
Kendati demikian berbeda dengan harga bawang putih dan merah yang mengalami peningkatan harga secara signifikan. Kenaikan ini dirasakan pedagang dan konsume yang mengaku kesulitan mendapatkan stok bawang dengan harga yang terjangkau.
Salah satu pedagang Herman menyampaikan harga untuk harga bawang putih semula berada di Rp40.000 rupiah bergerak naik menjadi Rp50.000 rupiah, sementara bawang merah di harga Rp35.000 rupiah merangkak naik menjadi Rp40.000 rupiah.
“,Untuk sementara harga bawang memang sedang naik kita kendala stok imbasnya harga bawang melambung tinggi,” ucap Herman kepada rri.co.id Kamis 12 Februari 2026.
Menurutnya kenaikan harga ini dipicu oleh cuaca dengan intensitas hujan tinggi yang berimbas pada bawang pasca panen yang tidak sempat dijemur sehingga sebagian menjadi busuk. Selain faktor kerusakan juga minimnya stok bawang namun permintaan akan bawang meningkat secara sinifikan di pasar.
,”Kita juga menginginkan adanya kolaborasi instansi untuk melakukan pengecekan, apakah terdapat penimbunan karena menjelang hari besar keagamaan nasional jadi bawang menjadi sulit didapatkan,” kata Herman.
Dengan adanya kenaikan harga dirinya mengakui elah menerima sejumlah keluhan dari pembeli karena kenaikan harga bawang secara berkala. Namun dirinya lebih pada menjelaskan terkait kenaikan harga karena faktor cuaca sehingga terdapat keterbatasan stok. (KM)