Pengembangan Potensi Ekonomi Perbatasan Terhambat Karena Ini !

  • 19 Des 2025 16:23 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua-Pengembangan potensi ekonomi di wilayah perbatasan seringkali terhambat bukan karena kurangnya sumber daya, melainkan karena kendala mentalitas para pelakunya. Banyak pelaku industri kreatif di Atambua yang sudah merasa puas hanya dengan melayani pasar lokal yang terbatas.

"Padahal, peluang untuk merambah pasar internasional, seperti Timor Leste dan sekitarnya, terbuka lebar di depan mata," demikian disampaikan Jacob Panie, SE, Pengamat Ekonomi NTT, kepada rri.co.id, Jumat (19/12/25),

Jacob menyoroti bahwa hambatan mental terbesar adalah rasa takut akan kegagalan dan kerumitan birokrasi pasar global. Pelaku usaha cenderung merasa bahwa produk mereka tidak akan mampu bersaing dengan barang impor.

“Pelaku kreatif kita sering merasa produk lokal hanya begini saja sehingga takut bersaing di level global. Mereka terjebak dalam zona nyaman pasar domestik karena menganggap ekspor itu rumit dan hanya untuk perusahaan besar," ujarnya.

Lebih lanjut, Jacob menjelaskan bahwa pendidikan ekonomi bagi pelaku usaha sangat penting untuk mendobrak pola pikir tersebut. Tanpa adanya keberanian untuk mencoba standar baru, produk lokal akan tetap menjadi komoditas murah tanpa nilai tambah yang signifikan.

Ia menekankan bahwa pemerintah dan pemangku kepentingan harus hadir untuk memberikan jaminan bahwa pasar global bisa diakses oleh siapa saja. Jika mentalitas "takut kelas" ini bisa diubah menjadi mentalitas "siap tarung", maka wilayah perbatasan akan berubah dari sekadar jalur lintasan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang diperhitungkan secara internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....